Nyamannya Mengurus KTP di Kantor Kecamatan Kelapa Dua, Sambil Menunggu Bisa Selfie dan Minum Kopi

“Untuk itu kami beri pelayanan yang maksimal, mulai dari suasana pelayanan, ruang bermain anak, pojok selfie, kopi dan makanan ringan, hingga toilet

Nyamannya Mengurus KTP di Kantor Kecamatan Kelapa Dua, Sambil Menunggu Bisa Selfie dan Minum Kopi
Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang
Suasana Kantor Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Kantor Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, tampil beda dari yang lainnya.

Bangunan fisiknya yang megah dan tampilan interiornya yang sangat wah, membuat Kantor Kecamatan Kelapa Dua bukan seperti perkantoran pemerintahan pada umumnya.

Martha (56) warga perumahan Palem Semi Karawaci, Kelurahan Bencongan yang datang ke Kantor Kecamatan Kelapa Dua, mengatakan, suasana di kantor kecamatan sangat nyaman, seperti bukan di kantor pemerintahan seperti biasanya.

“Saya datang mengambil nomor antrean terus dipanggil untuk menyerahkan berkas,” ucap Martha ditemui Senin (15/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

“Sambil menunggu, kita bisa foto-foto dulu dan minum kopi. Cukup nyaman banget dan berkesan lah. Udah gitu, cepat juga nggak lama langsung dipanggil,” tuturnya sambil tersenyum.

Martha datang ke Kecamatan Kelapa Dua sekitar pukul 14.15. Dia mengambil nomor antren 112. Selang dua menit kemudian, namanya langsung dipanggil.

“Saya datang mengurus KTP cucu saya. Sampai di sini dilayani dan berkas langsung diterima terus langsung perekaman e-KTP,” papar Martha.

“Kami melayani masyarakat yang hiterogen, tidak tebang pilih juga harus memanjakan mereka agar tidak bosan,” kata Dadan Gandana, Camat Kelapa Dua, Senin (15/7/2019).

Dadan menjelaskan, Kecamatan Kelapa Dua merupakan wilayah perkotaan dan permukiman tertata.

Mulai dari kawasan perkantoran, bisnis, hotel, hingga wisata modern seperti Mall.

“Untuk itu kami beri pelayanan yang maksimal, mulai dari suasana pelayanan, ruang bermain anak, pojok selfie, kopi dan makanan ringan, hingga toilet disabilitas,” ujarnya.

Tak Ada Kajian dan Amdal, Mahasiswa Sebut Ujicoba Sistem Masuk Berbayar Belum Layak Diberlakukan

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved