Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia Berharap Validasi IMEI Tidak Bebankan Industri

Aturan validasi IMEI diharapkan oleh Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) tidak membebankan industri.

Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia Berharap Validasi IMEI Tidak Bebankan Industri
adobe
Ilustrasi. Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) berharap aturan validasi IMEI tidak membebankan industri. 

Ada beberapa hal yang dipertimbangkan agar masyarakat dan operator tak menjadi korban akibat aturan validasi IMEI.

Industri telekomunikasi juga tidak terbeban dengan biaya investasi baru yang perlu dikeluarkan.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Aturan validasi IMEI diharapkan oleh Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) tidak membebankan industri.

Pasalnya, operator telekomunikasi hampir dipastikan akan mengeluarkan dana investasi untuk mendukung rencana pemerintah itu.

Ririek Adriansyah, Ketua Umum ATSI yang juga Direktur Utama Telkom, mengatakan, pada prinsipnya pelaku operator mendukung rencana tersebut.

Bekasi Kucurkan Rp 14 Miliar Tata Permukiman Kumuh 2019

Namun harus ada beberapa hal yang dipertimbangkan agar masyarakat dan operator tak menjadi korban akibat aturan tersebut.

"Harus dilihat juga, jangan sampai itu membebani industri secara berlebihan juga. Belum ada detailnya sih berapa angka (investasi tambahan) namun poinnya semua operator siap mendukung kebijakan itu," kata Ririek, Senin (15/7/2019)

Menurut Ririek, pemerintah perlu melakukan analisa komprehensif sehingga skema yang ditawarkan kepada publik bisa melindungi seluruh kepentingan.

Penumpang Lebih Senang Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Dibandingkan Kertajati

Sejauh ini ATSI sudah melakukan pembicaraan dengan tiga kementerian terkait mengenai hal itu.

"Ada kepentingan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara khususnya dengan bea masuk yang ilegal, tetapi ada stakeholder lain yakni masyarakat dan operator mungkin perlu secara komprehensif dianalisa segi (kebijakan) mana yang paling bagus," katanya.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved