Erupsi

Status Tetap Siaga, Guguran Lava Gunung Karangetang Terdengar dari Pos Pengamatan

AKTIVITAS guguran lava dari Gunung Karangetang, di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih terus berlanjut.

Status Tetap Siaga, Guguran Lava Gunung Karangetang Terdengar dari Pos Pengamatan
Dok. Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang
Gunung Karangetang tampak jelas mengeluarkan asap putih tebal di kawah utama dan bertekanan gas kuat lebih kurang 400 meter. Sedangkan kawah dua juga mengeluarkan asap putih sedang dengan tekanan gas sedang 150 meter. 

Gunung Karangetang disebut berepisode lantaran ada gempa fase banyak agak meningkat, ada sinar api, lanjut ada tremor yang diikuti guguran lava, dan proses tersebut berulang.

AKTIVITAS guguran lava dari Gunung Karangetang, di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih terus berlanjut.

Catatan di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan, rangkaian guguran lava terjadi dua kali pada Sabtu (13/7/2019).

Guguran lava pertama terjadi pada pukul 00.00-06.00 Wita. Bunyi guguran, berdasarkan pengamatan, terdengar lemah.

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas dan Lava Pijar, Radius 3 Km Warga Tetap Dilarang Beraktivitas

Erupsi Gunung Karangetang Kini Tanggap Darurat, Suhu Material Awan Panas 1.200 Derajat Celcius

Gunung Karangetang di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyemburkan abu vulkanik pada Kamis (20/12/2018).
Gunung Karangetang di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyemburkan abu vulkanik pada Kamis (20/12/2018). (Kompas.com/Skivo Mandey)

Guguran lava kedua terjadi pada pukul 12.00-18.00 Wita, saat gunung tertutup kabut, sesekali terdengar guguran lava lemah hingga sedang dan bunyinya sampai di pos pengamatan.

"Rekomendasi status Gunung Karangetang level III atau siaga saat ini masih berlaku," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang, Didi Wahyudi P Bina, dalam keterangannya, Sabtu.

Berepisode

Menurut PVMBG, Gunung Karangetang disebut berepisode lantaran ada gempa fase banyak agak meningkat, ada sinar api, lanjut ada tremor yang diikuti guguran lava, dan proses tersebut berulang.

Berulangnya aktivitas seperti itu, warga diimbau tidak melakukan pendakian dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya, yakni radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama.

Mengantisipasi terjadinya hujan abu, warga dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, diminta meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (Kontributor Manado, Skivo Marcelino Mandey)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rentetan Guguran Lava Gunung Karangetang, Terdengar hingga Pos Pengamatan"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved