Ketua DPRD Depok Tak Setuju Jika Pemisahan Parkir Diberi Tanda Khusus Ladies Parking dan Man Parking

“Ini sama saja seperti ladies parking. Sama saja seperti gerbong kereta khusus perempuan. Tentunya akan semakin nyaman bagi emak-emak,”

Ketua DPRD Depok Tak Setuju Jika Pemisahan Parkir Diberi Tanda Khusus Ladies Parking dan Man Parking
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Hendrik Tangke Allo di Gedung DPRD Depok, Senin (3/9/2018). 

Kontroversi kebijakan pemisahan parkir antara laki-laki dan perempuan di Kota Depok tak hanya menjadi polemik di kalangan warganet, namun juga di antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok.

Menyikapi kebijakan ladies parking ala Depok itu, Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo, sepakat dengan disediakannya area khusus parkir perempuan untuk memudahkan mereka memarkir kendaraannya, seperti banyak terdapat di sejumlah pusat perbelanjaan.

Akan tetapi, Hendrik tidak setuju jika Dishub Kota Depok memaknai ladies parking seperti yang diterapkan di RSUD Kota Depok, dimana area parkir sepeda motor laki-laki dan perempuan dipisah, sampai diberi tanda khusus “Ladies Parking” dan “Man Parking”.

“Itu namanya diskriminasi kalau pemisahan seperti itu. Nggak bisa lah kayak gitu. Kalau hanya sekadar pemisahan seperti itu saya tidak setuju,” ujar kepada wartawan, kemarin.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Tengku Farida Rachmayanti, setuju dengan penerapan area parkir yang dipisah.

Sebagai perempuan, Farida menilai hal ini adalah hal yang bagus karena membuat perempuan menjadi semakin nyaman.

“Ini sama saja seperti ladies parking. Sama saja seperti gerbong kereta khusus perempuan. Tentunya akan semakin nyaman bagi emak-emak,” tutur Farida.

Menurutnya, pemisahan area parkir bukanlah masalah syariah karena sebagaimana gerbong kereta dan juga area ladies parking, alasannya lebih kepada memberikan akses kenyamanan dan keamanan buat perempuan.

Senada dengan Farida, anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS lainnya, Sri Utami meyakini niat Dinas Perhubungan adalah baik dan positif dengan memisahkan area parkir antara laki-laki dan perempuan.

“Mungkin ini mencontoh area ladies parking seperti di pusat perbelanjaan. Saya yakin ini demi keamanan pengendara perempuan,” kata Sri Utami.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved