Lingkungan Hidup

Pemanfaatan Fly Ash – Bottom Ash (FABA) Sebagai Produk Industri dengan Konsep Ekonomi Berkelanjutan

Pemanfaatan Fly Ash – Bottom Ash (FABA) Sebagai Produk Industri dengan Konsep Ekonomi Berkelanjutan Menjadi Menjadi Substitusi Bahan Baku.

Pemanfaatan Fly Ash – Bottom Ash (FABA) Sebagai Produk Industri dengan Konsep Ekonomi Berkelanjutan
Istimewa
Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Teddy Caster Sianturi 

Limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batubara pada pembangkit tenaga listrik, fly ash dan bottom ash (FABA), sebenarnya masih dapat dimanfaatkan lagi menjadi substitusi bahan baku.

FABA juga bisa sebagai substitusi sumber energi ataupun bahan baku sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Teddy Caster Sianturi dalam keterangan pers yang diterima Warta Kota, Sabtu (13/7/2019).

“Dalam perkembangannya FABA dapat diolah menjadi produk lain yang bermanfaat seperti genteng atau produk lain seperti paving block," kata Teddy.

Masalahnya, kata Teddy, prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terlalu rigid.

"Karena didasarkan kepada Peraturan Pemerintah (PP) No. 101 tahun 2014 yang memasukkan FABA sebagai limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), dan dilakukan dalam rangka pengendalian dampak lingkungan hidup,” ujar Teddy.

Pemerintah sudah beberapa kali menggulirkan sejumlah paket penyederhanaan peraturan dalam bentuk paket kebijakan ekonomi, namun khusus untuk FABA masih tetap dikategorikan sebagai limbah B3.

Dengan dikategorikan sebagai limbah B3, prosedur yang harus dilalui dirasa sangat sulit oleh pengusaha yang bergerak dalam industri tersebut.

Diperlukan berbagai dokumen yang harus dilengkapi oleh pengusaha agar dapat memanfaatkan FABA.

Mengapa batubara dijadikan alternatif sumber energi?

Halaman
123
Penulis: Mirmo Saptono
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved