Pengesahan RUU Pertanahan Harus Ditunda karena Dinilai Forum Dekan Kehutanan Tidak Transparan

Diungkapkan Rinekso, para Dekan Kehutanan se-Indonesia mencium ketidakterbukaan dalam proses pembahasan RUU yang sangat penting ini bagi masyarakat.

Pengesahan RUU Pertanahan Harus Ditunda karena Dinilai Forum Dekan Kehutanan Tidak Transparan
Warta Kota/istimewa
Rinekso Soekmadi mengungkapkan, alasan penundaan karena RUU itu belum dibahas secara komprehensif dengan melibatkan stake holder atau pihak terkait. 

Pertemuan para Dekan Fakultas Kehutanan se-Indonesia selama dua hari sejak Kamis (11/7/2019) hingga Jumat (12/7/2019),m pernyataan sikap yang meminta agar DPR-Pemerintah menunda pengesahan RUU Pertanahan.

Alasan penundaan karena RUU itu belum dibahas secara komprehensif dengan melibatkan stake holder atau pihak terkait.

Desakan penundaan pengesahan tersebut tertuang dalam pernyataan sikap FOReTIKA (forum para Dekan Fakultas Kehutanan se-Indonesia) yang ditandatangani Ketua FOReTIKA yang juga Dekan Fakultas Kehutanan IPB Bogor, Rinekso Soekmadi di Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (12/7/2019).

Para Dekan Fakultas Kehutanan yang hadir dalam pertemuan di Kampus UGM antara lain, Dekan Fakultas Kehutanan dari Jambi, Mulawarman, Kalimantan Timur, Tadulako, Sulawesi Tenggara, Dekan Fakulttas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Kalteng dan sebagainya.

Rinekso Soekmadi, ketika dikonfirmasi soal ini membenarkan bahwa agenda pertemuan FOReTIKA di UGM adalah membahas RUU Pertanahan.

“Kami mengkritisi RUU ini yang katanya akan segera disahkan, padahal, masih banyak maslaah yang harus dibahas dan didalami, sebab RUU Pertanahan ini menyangkut kepentingan di luarpersoalan tanah semata, akan tetapi ada sektor kehutanan, pertambambangan dan sebagainya,” katanya.

Tingkat Kesadaran Milenial terhadap Lingkungan Tinggi Misalnya Pakai Sedotan Baja Bukan Plastik

Terungkap 6 Alasan Penggunaan AC Mobil Saat Berkendara di Cuaca yang Panas Termasuk dengan Dimatikan

Trio Tersangka Pablo Benua dkk dalam Kasus Bau Ikan Asin Jalani Pemeriksaan Tes Urine

Diungkapkan Rinekso, para Dekan Kehutanan se-Indonesia mencium ada ketidakterbukaan dalam proses pembahasan RUU yang sangat penting ini bagi masyarakat.

”Kami sendiri para akademisi bidang kehutanan tidak diajak bicara dan kami mengikuti perkembangan RUU ini malahdari pihak luar,” katanya.

Aa Gym Anggap Fitnah pada Ustadz Abdul Somad Tidak Meruntuhkan Martabat dan Nama Baiknya

Jawaban Ustadz Abdul Somad untuk Banyaknya Pertanyaan Masuk Jadi Pegawai Lewat Jalur Menyogok

Tes Kepribadian dari Tinggi Jari Kelingking, Ini Caranya, Baik Buruk Kelakuan Pasangan Terlihat

Karena itu, kata Rinekso, pembahasan RUU Pertanahan selama ini belum optimal.

Kami menilai, perlu kajian dan pembahasan yang lebih mendalam mengingat dampak yang amat besar jika RUU Pertanahan terlalu tergesa-gesa disahkan.

Halaman
123
Penulis: Gede Moenanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved