Pemkot Bekasi Ungkap Kasus Penyewaan TKD yang Dikutip Kades di Kabupaten Bekasi Bukan Milik Mereka

Pemerintah Kota Bekasi memastikan, Tanah Kas Desa (TKD) yang ditarik uang sewa oleh Marham itu bukan lahan milik Kota Bekasi.

Pemkot Bekasi Ungkap Kasus Penyewaan TKD yang Dikutip Kades di Kabupaten Bekasi Bukan Milik Mereka
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi kegiatan jual beli di pasar tradisional. 

Pemerintah Kota Bekasi memastikan, Tanah Kas Desa (TKD) yang ditarik uang sewa oleh Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi bernama Marham (42) bukan lahan milik Kota Bekasi.

Daerah berjuluk Kota Patriot ini menyatakan, lahan milik mereka paling banyak berada di wilayah utara Kabupaten Bekasi seperti Tarumajaya, Cabang Bungin, Babelan dan sebagainya.

"Kita nggak punya lahan di wilayah selatan Kabupaten Bekasi seperti di Serang Baru, karena lahan paling banyak milik kita ada di utara Kabupaten Bekasi," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Kota Bekasi, Sopandi Budiman pada Jumat (12/7/2019).

Pemerintah Kota Bekasi mencatat ada sekitar 390 hektar TKD miliknya yang kini masih berada di Kabupaten Bekasi pasca pemekaran pada 1998 lalu.

Hingga kini, Pemerintah Kota Bekasi sedang berkoordinasi dengan pemerintahan daerah setempat dalam upaya menyertifikasi kembali aset-aset yang ada di Kabupaten Bekasi.

"Jadi yang ramai (kasus penarikan sewa TKD) itu bukan lahan kami (Pemkot Bekasi)," jelasnya.

Terungkap 6 Alasan Penggunaan AC Mobil Saat Berkendara di Cuaca yang Panas Termasuk dengan Dimatikan

Marham ditangkap Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi pada 28 September 2018 lalu atau sembilan bulan setelah dilantik.

Dia ditangkap karena menyalahgunakan wewenangnya dengan menarik uang sewa TKD secara paksa sebesar Rp 30 juta kepada pengelola Pasar Pasir Kupang di wilayah setempat.

Padahal, pengelola sudah membayar uang sewa tersebut kepada pemerintah daerah setempat.

Dengan kekuasaannya, Marham justru memaksa pengelola agar mau menuruti kemauannya karena kalau tidak, pasar akan ditutup secara paksa.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved