‎Parpol Pendukung Ramai-ramai Minta Jatah Menteri, Begini Respons Jokowi

S‎EJUMLAH partai politik (parpol) terang-terangan menuntut jatah kursi menteri di Kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Biro Pers Setpres/Rusman
Warga berfoto dengan Presiden Joko Widodo di Labuan bajo, NTT, Rabu (10/7/2019). 

"Saya enggak berani berharap tapi berdoa saja, usulin 10 minimal (kader PKB jadi menteri)," ucap Cak Imin.

Sebelumnya, Hendrawan Supratikno enggan menanggapi lebih jauh rencana pertemuan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto.

Ia mengatakan lebih baik fokus terhadap upaya mempertemukan dua tokoh tersebut, ketimbang berbicara peluang Partai Gerindra gabung koalisi Jokowi-Maruf Amin.

Apalagi, berbicara peluang Partai Gerindra mendapatkan kursi menteri sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019.

 Gerindra Bilang Jokowi Bakal Bertemu Prabowo Bulan Ini

"Aduh, soal silaturahmi masa langsung bicara itu (kursi menteri)?" ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

"Yang bicara biarlah nanti ada hal-hal yang dibentuk, karena mengisi kabinet dan lain-lain kan tidak gampang."

"Ini tidak semudah membuat panitia syukuran, kan enggak bisa," sambungnya.

 Sebelum Bocah Ditemukan Tewas di Bak Mandi, Penjual Bubur Raib dari Rumah Kontrakan

Anggota Komisi XI DPR ini menilai, membentuk struktur kabinet tidaklah mudah, harus dipikirkan secara matang dan meminta saran dari berbagai kalangan.

"Struktur kabinetnya seperti apa, komposisinya seperti apa, program lima tahun ke depan apa. Jadi tidak mudahlah," paparnya.

Sebelumnya, Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, Prabowo Subianto kemungkinan bertemu Jokowi pada Juli ini.

Pertemuan tersebut saat ini sedang dirancang.

"Insyaallah Juli ini," ujar Andre Rosiade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

 Sebelum Bocah Ditemukan Tewas di Bak Mandi, Penjual Bubur Raib dari Rumah Kontrakan

Karena masih dalam tahan penjajakan, belum diketahui kapan waktu pastinya pertemuan tersebut.

Yang pasti, menurut Andre Rosiade, pertemuan tersebut diawali pertemuan-pertemuan informal perwakilan antara kedua pihak.

‎"Ya kan lagi diatur beliau one on one. Jadi Pak Prabowo dengan Pak Jokowi langsung yang akan mengatur jadwal yang pas kapan mereka bertemu," katanya.

 Besok Hari Terakhir Pendaftaran, Laode M Syarif Masih Galau Maju Jadi Calon Pimpinan KPK Lagi

Pertemuan tersebut, menurut Andre Rosiade, bukan membahas deal-deal politik antara Jokowi dengan Prabowo Subianto.

Melainkan, untuk meredakan polarisasi yang terjadi di masyarakat.

"Arti katanya bahwa silaturahmi itu bukan diartikan Pak Prabowo dapat kursi menteri ya ataupun politik dagang sapi."

 Enam Fakta Bocah Ditemukan Tewas di Bak Mandi, Centong Kayu dan Ember Jadi Saksi Bisu

"Tapi, kita bergandengan tangan merajut kebersamaan sebagai anak bangsa," tuturnya.

Pertemuan tersebut juga digelar untuk membahas sejumlah pendukung Prabowo Subianto yang ditahan kepolisian.

Dengan pertemuan itu, harapnya, penyelesaian masalah pendukung Prabowo Subianto dilakukan dengan pendekatan politik, bukan pendekatan hukum.

 Namanya Masuk Daftar Tokoh yang Berpeluang Maju di Pilpres 2024, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

"Ada yang ditahan, ada yang masih bolak-balik dipanggil polisi, lalu ulama-ulama juga ada yang bermasalah."

"Sekali lagi saya sampaikan, bayangkan saja, Pak Prabowo didatangi oleh istri yang suaminya ditahan, suami yang istrinya ditahan, anak yang bapaknya ditahan."

"Mereka datang memohon ke Pak Prabowo untuk melepaskan keluarga, suami, orang tuanya yang ditahan."

 Anies Baswedan Diminta Contoh Pejabat Pemprov DKI Ini yang Tiap Hari Gunakan Transportasi Umum

"Ini PR Pak Prabowo. Ini tanggung jawab yang akan dilakukan Pak Prabowo."

"Jadi Pak Prabowo akan berjuang untuk membantu semaksimal mungkin para pendukungnya yang sedang ada bermasalah itu," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, ‎meminta semua pihak tidak meributkan agenda pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto.

 Mantan Kabareskrim Anang Iskandar Ikut Seleksi Calon Pimpinan KPK, Merasa Amalnya Masih Kurang

"Biarlah Pak Prabowo kembali dulu, semua ada waktunya. Tidak usah dipaksa-paksainlah orang-orang baik mau ketemu," tutur Luhut Binsar Panjaitan ‎saat ditemui di Kantor Kemenko Maritim, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).

Luhut Binsar Panjaitan bahkan mengingatkan pihak lain yang berada di area luar, untuk tidak resek dengan ‎rencana pertemuan kedua tokoh tersebut.

 Prabowo-Sandi Takkan Bawa Sengketa Pilpres ke Mahkamah Internasional

"Kita di luar enggak resek, itu aja. Biarinlah berjalan sesuai irama. Ini kan momentum Indonesia bagus, jangan kira rusak," tuturnya. 

"Baik-baik aja kok semua. Pak Prabowo juga baik-baik, Presiden juga baik. Tidak usah diribut-ributin lagi lah itu."

"Kalau nanti bapak-bapak berdua itu mau ketemu pasti bagus. ‎Kalau Presiden pasti mau (bertemu) Pak Prabowo, saya kira juga hanya soal waktu.

 Ditanya Kapan Bertemu Prabowo, Jokowi Malah Bilang Begini

Semua ada waktunya, biarkan berjalan sesuai irama," tambah Luhut Binsar Panjaitan.

Kembali dikonfirmasi kapan waktu pasti pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto, Luhut Binsar Panjaitan malah meminta awak media menanyakan ke Jokowi maupun Prabowo Subianto.

Luhut Binsar Panjaitan menambahkan ,hingga kini upaya rekonsiliasi dan pertemuan masih terus dilakukan, serta tidak perlu diheboh-hebohkan.

 Cak Imin Lebih Suka Jadi Ketua MPR Ketimbang Menteri

"Tanya aja mereka kapan ketemu. Tanya aja itu si Dahnil (Anzar Simanjuntak), dia lebih tahu," cetus Luhut Binsar Panjaitan.

Sebelumnya, Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaan sejumlah kalangan terkait upaya rekonsiliasinya dengan Prabowo Subianto.

Ia mengaku masih menunggu ajakan Prabowo Subianto tersebut.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers, seusai KPU resmi menetapkan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024.

 Terlalu Lama Pinjam Korek Api, Pekerja Proyek Tewas Dilempar Botol Anggur Merah oleh Temannya

"Kapan bertemu Pak Prabowo? Tanyakan ke Pak Prabowo, kapan ketemu Pak Jokowi," ujarnya seraya tersenyum, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2019).

Jokowi juga siap membuka diri untuk menerima Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno, untuk terlibat dalam pemerintahannya ke depan.

Namun, ia masih perlu bertemu Prabowo Subianto untuk membicarakan hal tersebut.

 Jaksa Agung Mau Tangani Sendiri Kasus Anak Buahnya yang Kena OTT, Ini Respons KPK

"Ya masih perlu waktu, karena saya pun harus mengajak berbicara untuk yang sudah dari dalam, yaitu Koalisi Indonesia Kerja."

"Tapi seperti yang sudah sering saya sampaikan, kita terbuka untuk siapapun bersama-sama memajukan negara ini, bersama-sama membangun negara ini," tuturnya.

Joko Widodo-Maruf Amin secara sah ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 oleh KPU.

 Waketum Partai Gerindra: Selamat Ya Kangmas Joko Widodo Terpilih Kembali Secara Demokratis

Putusan ini ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan Surat Keputusan KPU nomor 987/PL.01.8-Kpt/06/KPU/V/2019.

Jokowi-Maruf Amin ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih lewat perolehan suara 85.607.362 atau 55,50% dari total suara nasional.

"Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta, 30 Juni 2019, Ketua KPU Arief Budiman," ucap Ketua KPU Arief Budiman saat membacakan surat keputusan di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2019). (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved