Bocah SD Disodomi

Mantan Guru JIS Terpidana Kasus Sodomi Bebas, Ini Kata Hotman Paris

Grasi yang diajukan Mantan Guru JIS terpidana kasus sodomi Neil Bantleman diterima Presiden Jokowi. Kini Neil bisa menghirup udara bebas.

Mantan Guru JIS Terpidana Kasus Sodomi Bebas, Ini Kata Hotman Paris
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Dua orang guru Jakarta International School (JIS), Neil Bantleman ?dan Ferdinant Tjiong bersama pengacara mereka Hotman Paris Hutapea saat bebas di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (14/8). 

Mantan guru Jakarta Internasional School (JIS) Neil Bantleman yang divonis 11 tahun penjara karena kasus dugaan pencabulan akhirnya mendapatkan grasi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu diungkapkan mantan pengecara Nail Hotman Paris dalam akun Instagramnya @Hotmanparisofficial pada Rabu (12/7/2019).

“Guru Jis mantan klien Hotman akhirnya bebas setelah dapat Grasi!!!( dulu kasus sodomi murid Jis yg Hotman yakin guru bule ini tidak bersalah),” tulis Hotman mengunggah screenshoot chat seseorang yang memastikan hal tersebut.

Dalam chat tersebut dijelaskan bahwa Neil bebas pada pertengahan Juni lalu setelah akhirnya ia menjalani masa penahan sejak tahun 2014.

Sebelumnya kasus JIS memang mencuri perhatian publik bukan saja di Indonesia namun hingga mancanegara.

Galih Ginanjar Ditetapkan Tersangka, Hotman Paris: Kenapa Kalian Sekarang Kayak Memelas

Pria Ini Ungkap Beban Ahok BTP Saat Menikahi Puput Nastiti Hingga Terjun Lagi ke Dunia Politik

Boy William Akan Nikahi Karen Hosea Anak Konglomerat Pemilik Hotel, Mal, Perumahan Mewah

Kejanggalan dalam Putusan Kasus JIS

Kasus yang mempidanakan 2 guru JIS dan 6 petugas kebersihan itu dianggap memiliki banyak kejanggalan.

Pasalnya seperti dikutip Kompas.com Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait Arist mengungkapkan berdasarkan hasil visum dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyatakan, siswa MAK dinyatakan tidak mengalami kekerasan seksual pada lubang anusnya.

Sementara, hasil pemeriksaan oleh RS KK Women' and Children's Hospital, Singapura, yang melibatkan dokter bedah, dokter anestesi dan dokter psikologi menyatakan bahwa kondisi lubang anus terduga korban, AL, normal dan tidak mengalami luka.

Maka, dari hasil visum itu, kemungkinan besar tindakan sodomi tidak pernah terjadi.

Halaman
123
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved