Kelompok Pemuda Gelar Unjuk Rasa, Minta KPK Ungkap Tuntas Dugaan Suap PLTA Riau I

Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Garda Muda Palapa berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan,.

Kelompok Pemuda Gelar Unjuk Rasa, Minta KPK Ungkap Tuntas Dugaan Suap PLTA Riau I
istimewa
Kelompok pemuda yang tergabung dalam Garda Muda Palapa berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019) 

Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Garda Muda Palapa berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019)

Mereka menuntut Komisi Anti Rasuah, agar segera melakukan upaya hukum terhadap AH yang namanya sempat terseret dalam skandal PLTU Riau 1.

"Bahwa kami sadar belakangan betapa kejahatan rasuah tetap saja merajalela di republik ini. Dan yang membuat kami tercengang, ternyata AH diduga ikut menderetkan namanya bersama para pelaku kejahatan Korupsi suap PLTA Riau I," tandas Romadhan Ranjes, Sekjen Garda Pemuda Palapa melalui siaran tertulisnya, Kamis (11/7/2019).

Kuasa Hukum Bilang Rizieq Shihab Oversytay di Arab Saudi karena Dicekal Pihak Tertentu di Indonesia

Serial Ishq Subhanallah: Ketika Talak 3 Menjadi Perdebatan Masyarakat dan Memicu Konflik di India

Realisasi Pembangunan Nasional di Banten Baru Mencapai 60 Persen

Menurutnya, KPK harus berani untuk menindaklanjuti siapa saja yang terduga yang namanya pernah terseret dalam skandal PLTA Riau 1.

"Tegas kami minta KPK, tidak ada alasan untuk menyeret AH ke meja hijau Tipikor," tegasnya.

Dalam aksi tersebut, Garda Pemuda Palapa berorasi dan membentangkan poster yang berisi tuntutan supaya AH diproses hukum.

"Kami meminta agar menggunakan hak prerogatifnya untuk memberhentikan AH yang telah menyimpang dari tugasnya ini," tutupnya.

Nama politikus AH sebelumnya pernah terseret dalam sidang dugaan suap terkait kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Hal tersebut terungkap saat Eni Maulani Saragih menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa pemegang saham PT Blackgold Natural Resources Johannes B Kotjo.

Begini Kata Sule tentang Rumah Mewahnya: Banyak Teman-teman Syuting di Sini daripada di Hotel kan

Persebaya Tanpa Amido Balde dan Bonek Saat Lawan PSS Sleman, Seto Nurdiantoro: Kami Tetap Waspada

Mematuhi Putusan Mahkamah Agung, Ridho Rhoma Akan Kembali Masuk Rutan Salemba Jumat Siang Ini

Dalam persidangan itu, Eni mengaku pernah ada pertemuan di rumah AH yang dihadiri oleh dirinya, Johannes Kotjo, mantan Sekjen Golkar Idrus Marham, dan Ketua Fraksi Golkar di DPR Melchias Marcus Mekeng.

Keterangan tersebut juga tercantum di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Eni Saragih yang dibacakan kuasa hukum Kotjo.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta sendiri telah menjatuhkan vonis enam tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Vonis dijatuhkan terkait perkara korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau1.

Eni juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp 5,087 miliar dan Sin$ 40 ribu. Vonis hakim diketahui lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni delapan tahun penjara.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved