Senin, 13 April 2026

Piala Afrika

Gerai Ducati di Champs Elysees Dijarah Pendukung Timnas Aljazair

Pendukung Timnas Aljazair menyalurkan kegembiraan mereka dengan membuat kerusuhan di Prancis. Satu orang tewas.

KompasOtomotif-donny apriliananda
Ducati Panigale R di IIMS 2016. 

Keberhasilan Timnas Aljazair menembus babak semifinal Piala Afrika 2019 membuat para pendukungnya sangat kegirangan.

Bukan hanya pendukung yang tinggal di Aljazair, tapi juga di seluruh dunia. Termasuk werga keturunan Aljazair yang tinggal di Prancis.

Sayangnya, pendukung tim sepak bola Aljazair di Prancis itu menyalurkan kegembiraan mereka dengan membuat kekacauan. Akibatnya satu orang meninggal dunia.

Sebagaimana diwartakan Al Jazeera, korban tewas itu adalah seorang perempuan yang tertabrak mobil pendukung Timnas Aljazair. Peristiwa itu terjadi di kota Montpellier.

Pengemudi mobil itu, seorang pemuda berusia 21 tahun, tak dapat mengendalikan kendaraannya yang melaju kencang. Akibatnya sangat fatal, karena kendaraan itu menerjang sebuah keluarga yang sedang berjalan di trotoar.

Sang ibu terlindas mobil sehingga tewas di tempat kejadian, sementara balita berusia 1 tahun yang digendongnya dalam kondisi kritis. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit.

Anggota keluarga lainnya, seorang remaja perempuan berusia 17 tahun, mengalami luka di pergelangan kaki.

Sementara di Paris, fan Aljazair merayakan kemenangan Aljazair atas Pantai Gading dengan membuat kerusuhan di Jalan Champs-Elysees. Bahkan mereka melakukan penjarahan di toko-toko mewah di jalan itu.

Champs-Elysees adalah kawasan elit di Paris, dan sejumlah produsen benda mahal dan mewah membuka gerai di kawasan ini.

Sejumlah orang memanfaatkan keadaan kacau-balau itu untuk merampok toko-toko mewah itu.

Salah satu sasaran mereka adalah gerai motor mahal asal Italia, Ducati.  Mereka mengambil helm, sarung tangan, bahkan motor yang dipajang di gerai tersebut. Tidak disebutkan oleh Al Jazeera kerugian yang dialami toko tersebut.

Polisi anti-huru-hara Paris menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa perusuh, yang jumlahnya ribuan orang itu. Sebanyak 43 orang perusuh ditahan di Paris, dari total 74 orang di seluruh Prancis.

Para pelaku kerusuhan umumnya adalah remaja dan dewasa muda. Mereka menimpuki polisi dengan berbagai benda yang tersedia di lokasi.

"Kerusakan dan kecelakaan yang muncul akibat perayaan kemenangan semalam sangat tak bisa diterima," kata Menteri Dalan Megeri Prancis, Christophe Castaner melalui Twitter.

Dia mendukung tindakan keras polisi kepada para perusuh itu.

Paris dan Marseille memiliki komunitas masyarakat keturunan Aljazair terbesar di Prancis. Meski sudah berwarga negara Prancis, masyarakat Aljazair ini selalu membawa bendera Aljazair saat melakukan perayaan. Hal ini kerap menimbulkan ketegangan dengan warga lainnya.

Bek Aljazair Ini Nyaris Membuat Wilfried Zaha Mendapat Kartu Merah

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved