Diduga Perintahkan Penganiayaan, Putri Raja Salman Disidang secara 'In Absentia' di Perancis

Tak hanya Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran MBS yang tersandung kasus hukum, putri Raja Salman pun mengalami hal serupa dengan tuduhan penganiayaan.

Diduga Perintahkan Penganiayaan, Putri Raja Salman Disidang secara 'In Absentia' di Perancis
DW/Getty Images via Kompas.com
PUTRI Hassa binti Salman 

Dalam laporan yang diberikan kepada majalah berita Le Point di Perancis, korban mengaku mendengar Putri Hassa binti Salman berteriak, "Bunuh dia. Si anjing itu. Dia tidak pantas untuk hidup".

KASUS dugaan penganiayaan seorang pekerja yang melibatkan putri Raja Salman dari Arab Saudi mulai digelar di Perancis.

Putri Hassa binti Salman, kakak dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS), diadili secara in absentia, atau tidak hadir di persidangan, atas kasus tuduhan memerintahkan pemukulan terhadap seorang pekerja di Paris pada September 2016.

Pangeran MBS sendiri diduga terlibat dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Turki.

Persidangan kasus yang digelar di Paris, pada Selasa (8/7/2019), itu juga untuk pertama kalinya mengungkap nama dan identitas korban, serta pengawal yang dituduh melakukan pemukulan.

Arab Saudi Serukan Boikot Liburan ke Turki dan Semua Produknya, Buntut Pembunuhan Jamal Khashoggi

5 Rencana Jokowi Menata Labuan Bajo, dari Perpanjang Runway hingga Bidik Segmentasi Premium 

KPK Tetapkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Tiga Orang Lainnya sebagai Tersangka Kasus Suap

Dilansir AFP, putri kerajaan Saudi berusia 43 tahun, kakak Pangeran MBS, itu dilaporkan memerintahkan pengawalnya, Rani Saidi, untuk memukuli seorang pekerja, Ashraf Eid, setelah melihat pekerja itu mengambil foto di dalam apartemen milik Putri Hassa di Paris.

Putri Hassa membantah tuduhan itu dan balik menuding Eid berencana menjual foto kediamannya yang bertempat di kawasan elite Avenue Foch itu kepada media.

Namun Eid, yang dipanggil ke kediaman Putri Hassa untuk melakukan perbaikan, mengaku mengambil foto yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaannya.

Aspri Menpora Bantah Terima Rp 11,5 Miliar dalam Kasus Dana Hibah KONI

Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK, Basaria Panjaitan Optimistis Lolos Tahapan Berikutnya

Ketua DPD Demokrat DKI: Kongres Partai Demokrat Tetap Digelar 2020, Belum Ada Arahan soal Koalisi

Korban, yang juga tidak hadir di pengadilan, mengaku jika dirinya telah diikat dan diperintahkan untuk mencium kaki sang putri.

Dia mengklaim bahwa dia kemudian dipukuli dan peralatannya disita selama siksaan yang berlangsung beberapa jam.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved