Jurnalis Arab Saudi Hilang

Arab Saudi Serukan Boikot Liburan ke Turki dan Semua Produknya, Buntut Pembunuhan Jamal Khashoggi

KASUS pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang membuat keretakan hubungan antara Arab Saudi dan Turki diyakini bakal berimbas ke sektor ekonomi.

Arab Saudi Serukan Boikot Liburan ke Turki dan Semua Produknya, Buntut Pembunuhan Jamal Khashoggi
inquisitr.com
JAMAL Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi 

Beberapa agen perjalanan juga mengungkapkan perjalanan ke Turki mengalami penurunan cukup signifikan dengan otoritas pariwisata Saudi menolak berkomentar.

Berdasarkan laporan Pusat Penelitian dan Studi Islam King Faisal, dalam sehari turis Saudi menghabiskan 500 dollar AS, atau sekitar Rp 7 juta, dibandingkan pengunjung Eropa.

Aspri Menpora Bantah Terima Rp 11,5 Miliar dalam Kasus Dana Hibah KONI

KPK Tetapkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Tiga Orang Lainnya sebagai Tersangka Kasus Suap

JURNALIS Arab Saudi Jamal Khashoggi. Kolumnis The Washington Post ini diketahui terakhir masuk ke Gedung Konsulat Arab Saudi di Turki sebelum dinyatakan hilang.
JURNALIS Arab Saudi Jamal Khashoggi. Kolumnis The Washington Post ini diketahui terakhir masuk ke Gedung Konsulat Arab Saudi di Turki sebelum dinyatakan hilang. (Kolase foto Tribunnews.com (Sumber: Twitter/JKhashoggi, AFP via middleeasteye.net))

Boikot produk 

Seruan boikot itu, sepertinya, tidak hanya menghantam pariwisata. Baru-baru ini, terdapat juga ajakan untuk memboikot segala produk dari Ankara.

Sebuah video memperlihatkan Gubernur Riyadh Faisal bin Bandar menolak tawaran untuk menyesap kopi Turki sebelum muncul berita tentang kasus Khashoggi.

Ajlan al-Ajlan, Ketua Kamar Dagang dan Industri Riyadh, merupakan figur yang cukup keras untuk menyerukan adanya boikot melalui kicauan di Twitter Juni lalu.

Ajlan mengatakan, aksi itu terjadi karena pemerintah Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan terus memusuhi dan menyerang kepemimpinan Saudi.

"Kami berseru dengan lebih keras supaya mereka diboikot di segala area. Impor, lapangan pekerjaan, maupun berhubungan dengan perusahaan Turki," ujar Ajlan.

Ketegangan itu dimulai setelah Turki mengumumkan Khashoggi dibunuh dan terus menekan Riyadh untuk memberi informasi mengenai pelaku maupun keberadaan jenazahnya.

Sementara Badan Intelijen Pusat AS (CIA) menyakini Putra Mahkota berjuluk MBS itu yang memerintahkan kontributor jurnalis Washington Post tersebut dibunuh. Namun, hal ini dibantah Saudi. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Arab Saudi Serukan Boikot ke Turki"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved