Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Polisi Gagalkan Peredaran Mata Uang Asing Diduga Palsu Bernilai Miliaran Rupiah

“Ada dua kali penangkapan, yang pertama itu kita amankan DA, RVL, AS, AR di Hotel Santika, Kelapa Gading,” ujar Reynold, Kamis (11/7).

WartaKota/Junianto Hamonangan
Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok memperlihatkan barang bukti berikut tujuh tersangka kasus peredaran mata uang asing, Kamis (11/7/2019). 

Sebanyak tujuh orang berinisial PA (34), HS (49), AR (38), AS (46), RVL (61), DA (54) dan FF ditangkap jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Ketujuh orang itu terlibat praktek peredaran berbagai mata uang asing yang diduga palsu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Reynold Hutagalung mengatakan para pelaku ditangkap di Jalan Kelapa Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (4/7) lalu setelah mendapat informasi adanya peredaran mata uang asing palsu.

“Ada dua kali penangkapan, yang pertama itu kita amankan DA, RVL, AS, AR di Hotel Santika, Kelapa Gading,” ujar Reynold, Kamis (11/7).

Pada saat penangkapan, Polisi mendapati barang bukti berupa mata uang asing diduga palsu yang berasal dari Brunei, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Korea dan Inggris.

VIDEO: Indro Mengenang Jasa Rudy Badil di Warkop DKI

VIDEO: Putra Rudy Badil Pendiri Warkop DKI Cerita Ayahnya Menginspirasi Dirinya Jadi Wartawan

VIDEO: Polisi Temukan Puluhan STNK Diduga Hasil Penipuan dan Penggelapan di Rumah Pablo dan Rey

Dari keempat tersangka, diamankan sebanyak 1.000 lembar uang pecahan 100 USD yang masing-masing dijual seharga Rp 5 ribu atau bila dirupiahkan sekitar Rp 500 juta.

Reynold mengatakan setelah mendapatkan uang palsu, pihaknya mengecek ke bank terdekat untuk mengetahui apakah uang itu benar-benar palsu atau tidak.

“Kami pecah tim untuk mengecek mata uang atau barang bukti yang ada. Salah satu tim ke bank terdekat. Tim yang lain mendalami dan menginterogasi ke 4 orang tadi,” ujarnya.

Polisi lalu melakukan pengembangan dan menangkap tiga tersangka lain yakni FF, PA, dan HS. Para tersangka lainnya ditangkap di kediaman FF di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur.

Dari lokasi penangkapan, diamankan mata uang asing palsu dari Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Kanada, Brasil, Hongkong, hingga Euro dan obligasi Poundsterling.

“Dari barang bukti yang disita berupa mata uang asing dari berbagai negara, nilainya ditaksir mencapai Rp 300 miliar,” tutur Reynold.

Hasil pendalaman dan penyelidikan menyimpulkan jika uang tersebut didapat dari pelaku lain. Beberapa lokasi diduga kuat menjadi korban peredaran uang palsu tadi.

“Sudah ada beberapa lokasi yang didalami, di Jakarta dan luar Jakarta satu lagi di wilayah bogor juga ada,” tutup Reynold.

Adapun ketujuh tersangka dijerat dengan Pasal 244 KUHP subsider Pasal 245 KUHP tentang pemalsuan uang. Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved