Berita Video

VIDEO: Pengungsi Afghanistan Tetap Bertahan di Jalan Kebon Sirih

Mereka mengaku masih menunggu proses administrasi di UNHCR untuk dipindahkan ke Australia atau negara penampung lainnya.

VIDEO: Pengungsi Afghanistan Tetap Bertahan di Jalan Kebon Sirih
Warta Kota
Sejumlah Imigran pencari suaka terlihat berjajar didepan menara Ravindo, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2019). Mereka berasal dari Afghanistan, Pakistan, Somalia, dan Sudan. Mereka datang ke depan Menara Ravindo yang juga diketahui merupakan kantor UNHCR. Mereka datang untuk meminta tempat tinggal sambil menunggu keputusan suaka. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Sudah satu minggu, para pengungsi tinggal di trotoar dekat kantor UNHCR, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Hingga Rabu (10/7/2019 para pengungsi yang mayoritas dari Afghanistan itu masih menduduki trotoar tersebut.

Mereka terlihat tidur bersama anak-anaknya.

Mereka mengaku masih menunggu proses administrasi di UNHCR untuk dipindahkan ke Australia atau negara penampung lainnya.

"Mulanya kami dari Afghanistan mau ke Australia, tapi jalan sudah ditutup, jadi kami di sini. Di sini ada yang sudah tinggal 8 tahun ada yang sepuluh tahun. Kami tidak tahu ini kapan berakhir. Yang jelas masalah-masalah selalu datang, terutama ekonomi. Kami di sini sudah ada yang kena penyakit, stress, dan emosi," kata seorang pengungsi UNHCR Afghanistan bernama Mohammad Akram.

VIDEO: Begini Paniknya Rey Utami Setelah Keluar dari Pemeriksaan Bau Ikan Asin

Akram dan pengungsi lainnaya mengaku selalu dioper-oper ke berbagai organisasi pengungsi untuk masalah kepengurusan administrasi.

Para pengungsi tersebut masih tidak tahu kapan mereka akan dipindahkan ke negara penampung.

VIDEO: Petugas Angkat 500 Kg Sampah dan Lumpur dari Kali Tegal Amba

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menertibkan para pengungsi yang tinggal di trotoar tersebut.

"Kita akan rapatkan, nanit apa yang jadi kewenangan Pemda akan kita kerjakan. Karena ini sifatnya internasional, jadi kita akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menertibkan," kata Saefullah.(*)

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved