Berita Bekasi

Salah Gunakan Jabatan, Kepala Desa di Kabupaten Bekasi Ditangkap

Marham (42), Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi ditangkap jajaran Kepolisian Resor Metro Bekasi.

Salah Gunakan Jabatan, Kepala Desa di Kabupaten Bekasi Ditangkap
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepolisian menyerahkan tersangka Marham (42) dan berkas kasusnya ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Rabu (10/7/2019) kemarin. 

Adapun barang bukti yang diserahkan satu buah amplop warna coklat berisikan uang Rp. 30.000.000 pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000, satu bundel dokumen pengangkatan sebagai kepala desa, maupun dokumen peraturan desa dan surat perjanjian terkait penyewaan lahan.

Pasal yang disangkakan yakni pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau menyalahgunakan kekuasaannya memaksa orang lain memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu baginya sendiri.

Atau Pasal 12 huruf (e) Undang – undang Republik Indonesia No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang Republik Indinesia No. 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi.

Diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 20.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu milyar rupiah).

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bekasi Angga Dhielayaksya membenarkan penyidik Polres Metro Bekasi menyerahkan tersangka dan barang bukti pada Rabu (10/7/2019) kemarin.

 MEMANAS! Wali Kota Tangerang dan Menkumham Bersitegang, Ini Penyebabnya

 TERUNGKAP Penampilan Anggun yang Sederhana Jadi Sorotan saat Pulang Kampung ke Kroya Cilacap

 Heboh Penyanyi Internasional Anggun C Sasmi Saat Pulang Kampung ke Kroya, Tetap Pakai Sendal Jepit

"Kami sudah terima kemarin karena sudah dinyatakan lengkap berkasnya. Nanti kita tindak lanjut dengan penyerahan berkas ke pengadilan,” kata Angga.

Untuk proses selanjutnya, Kejari Kabupaten Bekasi akan menyiapkan administrasi untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung.

Dalam kasus ini tidak terjadi kerugian negara, akan tetapi tersangka memanfaatkan jabatannya sebagai kepala desa untuk menguntungkan diri sendiri.

“Selama dua puluh hari kedepan kami akan membuat administrasinya untuk kita limpahan ke pengadilan,” papar Angga. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved