Berita Bekasi

Salah Gunakan Jabatan, Kepala Desa di Kabupaten Bekasi Ditangkap

Marham (42), Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi ditangkap jajaran Kepolisian Resor Metro Bekasi.

Salah Gunakan Jabatan, Kepala Desa di Kabupaten Bekasi Ditangkap
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepolisian menyerahkan tersangka Marham (42) dan berkas kasusnya ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Rabu (10/7/2019) kemarin. 

Marham (42), Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi ditangkap jajaran Kepolisian Resor Metro Bekasi.

Kades yang belum menjabat satu tahun itu ditangkap lantaran melakukan pungutan liar, terkait harga sewa lahan pasar.

"Iya benar, itu kasus 2018. Sudah ditangkap, berkas juga sudah diserahkan ke Kejaksaan untuk disidangkan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito, saat dikonfirmasi, Kamis (11/7/2019).

Rizal mengatakan, Marham ditangkap pada 28 September 2018 atau sembilan bulan setelah dilantik.

Marham diduga melakukan penyalahgunaan wewenang.

 BREAKING NEWS: Polisi Tetapkan Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami Tersangka Bau Ikan Asin

 Datangi Pulau Reklamasi, Ruhut Sitompul Sampai Terkaget-kaget: Anies Baswedan Lupa Janjinya

 Terbebas dari Kanker Ria Irawan Bagikan 3 Jurus Jitu, Bukan Obat Medis!

 

Ia meminta uang sewa Tanah Kasa Desa (TKD) secara paksa sebesar Rp 15.000.000, setiap tahunnya sedangkan pihak pengelola Pasar Pasir Kupang sebelumnya telah melakukan pembayaran atas sewa Tanah Kas Desa (TKD) milik pemerintah Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru kepada pemerintahan sebelumnya.

Akan tetapi pelaku yang merupakan Kepala Desa yang baru tetap meminta uang sewa tanah kas desa (TKD) pada masa jabatannya dan mengancam akan menutup pasar pasar apabila pengelola pasar tidak mengikuti kemauan pelaku.

"Tiap tahun itu disewa Rp 15 juta untuk Pasar Pasir Kupang. Tapi kepala desa itu meminta Rp 30 juta untuk dua tahun sewa, pelaku kasih tenggat waktu beberapa bulan jika tak kasih uangnya ancam akan ditutup," jelas Rizal.

Kini berkas Perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi dan pada 22 Maret 2019 berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi atau (P-21).

"Penyidik juga telah melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti pada Rabu 10 Juli 2019 kemarin," kata Rizal.

 Dicopot Jabatannya Oleh DKPP, Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik Sempat Tertawa. Kok Bisa?

 Pimpinan FPI Habib Rizieq Bayar Denda Rp550 Juta jika Ingin Tinggalkan Arab Saudi, Ini Alasannya

 Kasus Bau Ikan Asin, Barbie Kumalasari Siap Lihat Galih Ginanjar di Bui, Hubungannya Retak?

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved