Program Berbagi Ilmu Peternak Belanda untuk Mendukung Terwujudnya Swasembada Susu Segar Nasional

Kebutuhan susu nasional ada di angka 4,5 juta ton, tapi produksi lokal baru mencapai 864,6 ribu ton atau sekitar 19 persen dari kebutuhan nasional.

Program Berbagi Ilmu Peternak Belanda untuk Mendukung Terwujudnya Swasembada Susu Segar Nasional
Warta Kota/Istimewa
Selama di Belanda, peternak diajarkan pengetahuan dan keterampilan serta penerapan aspek teknis berternak yang dimiliki oleh seorang peternak. 

Produksi susu nasional Indonesia bisa dibilang masih belum memenuhi standar baik dari kualitas mau pun kuantitas.

Angka kebutuhan susu nasional ada di angka 4,5 juta ton, tapi produksi lokal baru mencapai 864,6 ribu ton atau sekitar 19 persen dari kebutuhan nasional.

Dengan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan keberlanjutan industri susu nasional, Frisian Flag Indonesia tetap melanjutkan program Farmer2Farmer dengan mengirim empat peternak Indonesia untuk belajar tentang Good Dairy Farming Practices langsung ke Belanda.

“Ada begitu banyak yang harus dilakukan untuk memenuhi standar produksi susu nasional baik dari kualitas mau pun kuantitas."

"Namun, kami yakin, langkah-langkah yang kami ambil ini merupakan investasi dalam sistem pangan yang berkelanjutan."

"Lewat program Farmer2Farmer setidaknya ada tiga aspek yang akan terpenuhi, yaitu peternak sejahtera, pemenuhan bahan baku industri pengolahan susu, dan konsumsi susu segar terpenuhi,” ujar Fetti Fadliah, PR Manager Frisian Flag Indonesia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Selama di Belanda, peternak diajarkan pengetahuan dan keterampilan serta penerapan aspek teknis berternak yang dimiliki oleh seorang peternak.
Selama di Belanda, peternak diajarkan pengetahuan dan keterampilan serta penerapan aspek teknis berternak yang dimiliki oleh seorang peternak. (Warta Kota/Istimewa)

Usaha peternakan sapi perah di Indonesia umumnya masih dilakukan dengan cara tradisional dan skala kecil dengan jumlah ternak kurang dari sepuluh ekor.

Manajemen kandang serta sistem pemeliharaan yang dilakukan pun masih jauh dari standar “Good Farming Practices For Animal Production Food Safety” yang ditetapkan oleh FAO.

Sebagian besar usaha peternakan di Indonesia masih belum memperhatikan manajemen pemeliharaan secara umum, mengabaikan pengendalian kesehatan hewan, kondisi biologi dan veteriner hewan, pemberian pakan dan air minum, lingkungan dan infrastruktur serta penanganan produk yang dihasilkan.

Produksi susu dominan terdapat di Pulau Jawa dengan kontribusi susu dari Pulau Jawa 98,34% sementara Luar Jawa 1,66%.

Halaman
1234
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved