Berita Tangerang Selatan

Didemo Soal Pungli yang Dibongkar Rumini, Kepala Disdikbud Tangsel Diminta Temui Massa

Kantor Pusat Pemerintahan Kota Kota Tangerang Selatan didemo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Tangerang Selatan, Kamis.

Didemo Soal Pungli yang Dibongkar Rumini, Kepala Disdikbud Tangsel Diminta Temui Massa
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Unjuk rasa mahasiswa soal pungutan liar pendidikan di sekolah yang digelar di Puspemkot Tangerang Selatan, Serua, Ciputat, Kamis (11/7/2019). 

Kantor Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Kota Tangerang Selatan, Serua, Ciputat, didemo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Tangerang Selatan (KMTS), Kamis (11/7/2019).

Para demonstran menyerukan persoalan pungutan liar (pungli) yang diduga masih terjadi di sekolah-sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Taryono pun diminta peserta aksi untuk turun bertemu massa yang berkumpul di pintu masuk Puspemkot Tangerang Selatan.

Bahkan, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany didesak untuk mencopot Taryono lantaran dugaan praktik pungli yang diungkapkan oleh mantan guru honorer SDN 02 Pondok Pucung, Rumini.

"Mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Wali Kota Airin Rachmi Diany untuk memecat Kepala Dinas Pendidikan Taryono beserta bawahannya yang terbukti melakukan praktik pungli dan intimidasi," ujar Koordinator Aksi, Septian Haditama.

 BREAKING NEWS: Polisi Tetapkan Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami Tersangka Bau Ikan Asin

 Datangi Pulau Reklamasi, Ruhut Sitompul Sampai Terkaget-kaget: Anies Baswedan Lupa Janjinya

 Terbebas dari Kanker Ria Irawan Bagikan 3 Jurus Jitu, Bukan Obat Medis!

 

Sampai aksi berakhir, tidak ada pihak dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan yang menemui peserta aksi.

Ditemui terpisah, Rabu (10/7/2019) malam, Taryono mengatakan mempersilakan setiap orang maupun organisasi untuk menjalin komunikasi bersama dirinya.

"Menurut saya, selama ini saya membuka ruang komunikasi kepada semua orang, semua lapisan, semua organisasi, kapan saja bisa komunikasi kepada saya," ujarnya.

"Ketika ada hal-hal yang menurut pihak-pihak ada yang kurang clear atau bermasalah bisa dikomunikasikan kepada kami sebelum melakukan aksi," sambungnya.

 Dicopot Jabatannya Oleh DKPP, Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik Sempat Tertawa. Kok Bisa?

 Pimpinan FPI Habib Rizieq Bayar Denda Rp550 Juta jika Ingin Tinggalkan Arab Saudi, Ini Alasannya

 Kasus Bau Ikan Asin, Barbie Kumalasari Siap Lihat Galih Ginanjar di Bui, Hubungannya Retak?

Terkait kasus dugaan pungli di sekolah yang dilontarkan Rumini, Taryono masih menunggu hasil dari inspektorat.

"Inikan sudah dalam proses pemeriksaan Inspektorat, kita tunggu saja hasilnya," katanya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved