Breaking News:

Buntut Ajakan Tak Pasang Foto Presiden dan Wakil Presiden Polisi Tetapkan Asteria Menjadi Tersangka

Polres Metro Jakarta Utara menentapkan Asteria Fitriani, sebagai tersangka, kasus ajakan untuk tidak pasang foto presiden dan wakil presiden

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
WartaKota/Junianto Hamonangan
Polres Metro Jakarta Utara menetapkan Asteria Fitriani sebagai tersangka atas perbuatannya yang mengunggah ajakan untuk tidak memasang foto Presiden dan Wakil Presiden di sekolah, Kamis (11/7/2019). 

Polres Metro Jakarta Utara menentapkan Asteria Fitriani, wanita yang mengunggah ajakan untuk tidak memasang foto Presiden Jokowi dan Wakil Presiden, lewat media sosial, sebagai tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto, mengatakan penetapan tersangka Asteria sebagai tindak lanjut atas laporan dari seorang warga berinisial TCS pada 1 Juli 2019.

“Atas peristiwa itu kami berpendapat bahwa tersangka Asteria patut diduga telah melakukan pelanggaran pidana baik Undang-Undang ITE maupun Undang-Undang Hukum Pidana,” kata Budhi, Kamis (11/7/2019).

Optimus One Akan Gelar Konser One Intimate Night With Tulus

Sempat Diklaim Ayah Angkat, Pengusaha Ini Beri Peringatan ke Barbie Kumalasari

VIDEO: Polisi Temukan Puluhan STNK Diduga Hasil Penipuan dan Penggelapan di Rumah Pablo dan Rey

Budhi menambahkan, unggahan Asteria dianggap telah masuk kategori menyiarkan berita bohong yang dapat menyebabkan keonaran, atau menyebarkan ujaran kebencian.

“Setelah kami melakukan penyelidikan, kami meminta keterangan beberapa ahli, baik ahli ITE, ahli bahasa, atau ahli pidana bahwa postingan yang disampaikan itu masuk dalam kategori tersebut,” ujarnya.

Asteria dikenakan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 a ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE jo Pasal 14 ayat 1 atau ayat 2, atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Asteria juga dikenakan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan atau Pasal 207 KUHP penghinaan terhadap penguasa. Ancaman hukuman terhadap pelaku maksimal enam tahun penjara atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Atiqah Hasiholan Bersyukur Hukuman 2 Tahun Ratna Sarumpaet Dibawah Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI Di Sarang Petarung Pasmar 2 Korps Marinir TNI AL

Ratna Sarumpaet Tak Puas Divonis Dua Tahun Penjara, Bantah Lakukan Keonaran

Sebelumnya, postingan di media sosial Facebook menjadi perbincangan dan viral. Sebuah akun menginginkan tidak perlu lagi adanya pemasangan foto presiden dan wakil presiden di sekolah-sekolah.

Postingan itu berasal dari akun bernama Asteria Fitriani. Warganet itu menulis di Facebook pada 26 Juni 2019 bahwa tidak perlu lagi memasang foto presiden dan wakil presiden di sekolah-sekolah.

Kalo boleh usul... di sekolah2 tidak usah lagi memajang foto Presiden & Wakil Presiden... turunin aja foto-fotonya... kita sebagai guru ngga mau kan mengajarkan anak2 didik kita tunduk, mengikuti dan membiarkan kecurangan dan ketidakadilan?,” tulisnya. “Cukup pajang foto GOODBENER kita ajaa... GUBERNUR INDONESIA ANIES BASWEDAN...,” sambungnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved