PPDB

AKHIRNYA Ombudsman RI Periksa Lima SMA Negeri di Bekasi Setelah Dapat Aduan Orangtua

Sebanyak lima sekolah SMA Negeri di Kota maupun Kabupaten Bekasi diperiksa Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya.

AKHIRNYA Ombudsman RI Periksa Lima SMA Negeri di Bekasi Setelah Dapat Aduan Orangtua
Warta Kota/Muhammad Azzam
Ilustrasi: Orangtua calon siswa mengantre untuk mengurusi kendala proses PPDB Online di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi, pada Selasa (2/7/2019). 

Sebanyak lima sekolah SMA Negeri di Kota maupun Kabupaten Bekasi diperiksa Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya.

Kelima sekolah yang diperiksa diantaranya, SMAN 1 Kota Bekasi, SMAN 2 Kota Bekasi, SMAN 1 Cikarang Pusat, SMAN 3 Babelan dan SMAN 7 Tambun Selatan.

Kepala Keasistenan Ombudsman RI perwakilan Jakarta Raya, Rully Amirulloh mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan untuk menindaklanjuti adanya laporan warga terkiat dugaan pelanggaran pada pelaksaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

"Jadi 16 sekolah di Jakarta Raya atau Jabodetabek kita periksa, 11 sekolaj kita periksa kemarin, saat ini 5 sekokah di Bekasi," kata Rully saat dikonfirmasi, Kamis (11/7/2019).

Rully menuturkan sedikitnya 20 laporan yang masuk melalui whatsapp dan pesan elektronik.

 BREAKING NEWS: Polisi Tetapkan Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami Tersangka Bau Ikan Asin

 Datangi Pulau Reklamasi, Ruhut Sitompul Sampai Terkaget-kaget: Anies Baswedan Lupa Janjinya

 Terbebas dari Kanker Ria Irawan Bagikan 3 Jurus Jitu, Bukan Obat Medis!

Isi laporan orangtua calon siswa itu dikarenakan ada ketidaksesuaian pelaksaan PPDB di sekolah tersebut.

Misalnya, dugaan pelanggaran pelaksaan proses jalur zonasi.

Pelapor menilai ada ketidaksesuaian mekaniseme dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 Tentang PPDB 2019.

Jadi, proses PPDB itu ada yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.

"Seperti kuota jalur zonasi murni atau jaral hanya menyisakan kuota 30-40 persen sisanya terbagi ke zonasi afirmasi dan lainnya," ungkapnya.

 Dicopot Jabatannya Oleh DKPP, Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik Sempat Tertawa. Kok Bisa?

 Pimpinan FPI Habib Rizieq Bayar Denda Rp550 Juta jika Ingin Tinggalkan Arab Saudi, Ini Alasannya

 Kasus Bau Ikan Asin, Barbie Kumalasari Siap Lihat Galih Ginanjar di Bui, Hubungannya Retak?

Semua laporan orangtua itu sudah terkonfirmasi dan akan dilalukan tindak lanjut.

"Kita investigasi tertutup dan meminta sekolah memberikan klarifikasi untuk penjelasan awal sebagai bahan penelusuran," paparnya. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved