Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif dengan Denny Indrayana: Tak Merasa Turun Kelas

Denny Indrayana, kuasa hukum Pemprov DKI Jakarta merasa bangga dipercaya menangani proses banding atas putusan PTUN terkait sengketa lahan Taman BMW.

Wawancara Eksklusif dengan Denny Indrayana: Tak Merasa Turun Kelas
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Bambang Widjajanto dan Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana, menyerahkan berkas gugatan sengketa Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menunjuk Denny Indrayana sebagai kuasa hukum dalam proses banding atas putusan PTUN terkait sengketa lahan Taman BMW yang berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Denny merupakan eks pengacara pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno perihal sengketa Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Kepada wartawan Warta Kota, Anggie Lianda Putri, Denny mengaku tak merasa turun kelas menangani kasus terkait lahan BMW. Berikut kutipan wawancaranya.

Sejak kapan Anda menjadi kuasa hukum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta?
Komunikasi dengan Pemprov (Pemerintah Provinsi) dilakukan jauh lebih awal, khususnya dengan rekan-rekan di biro hukum, yang sudah sangat paham dan lama menangani kasus ini. Meskipun, surat kuasa baru ditandatangani per 26 Juni 2019.
Bagaimana awal mula mendapat tawaran menjadi kuasa hukum Pemprov DKI dalam hal sengketa lahan Stadion BMW? Apakah Gubernur DKI Anies Baswedan langsung yang meminta?
Prosesnya berjalan normal sebagaimana biasanya Pemprov Jakarta dibantu kantor-kantor hukum dalam kasus-kasus yang lain. Komunikasi kami tentu lebih banyak dengan rekan-rekan di biro hukum.
Detailnya, yang lebih paham prosesnya adalah teman-teman biro hukum sendiri. Dari kami, yang pasti amanah ini adalah kepercayaan yang sangat membanggakan, dan akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya dan seprofesional mungkin.

Momen Pengunduran Diri Soeharto, Terungkap Tidak Ada Kalimat Mengundurkan Diri Dalam Pidatonya

Hotman Paris Ajak Emak-Emak Pasang Badan dan Penjarakan Pria Sindir Fairuz A Rafiq Bau Ikan Asin

Reaksi Maia Estianty Tahu Ari Lasso Sebut Vlog Dul Jaelani Tak Bermutu, Seperti Ini Vlog Lengkapnya

TERUNGKAP! Meski Oposisi, Ternyata Diam-diam Rizal Ramli Sering Kirim Pesan WhatsApp ke Jokowi

Siapa Tiga Jenderal Aktif yang Diperiksa TGPF Kasus Novel Baswedan?

TERSOROT Perubahan Fisik Syahrini Sepulang Bulan Madu Bersama Reino Barack: Itulah yang Terjadi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di tempat pengungsian para korban kebakaran Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di tempat pengungsian para korban kebakaran Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019). (Warta Kota/Anggie Lianda Putri)

Bagaimana Anda memandang kasus sengketa lahan Stadion BMW?
Semua kasus hukum punya kompleksitas dan detail yang berbeda. Demikian pula soal laham BMW, pasti ada tantangannya. Apapun, Integrity (kantor hukum Denny Indrayana—Red) akan mendukung Pemprov Jakarta dengan argumentasi hukum terbaik, agar masalah ini segera tuntas.

Seberapa besar kans Pemprov memenangi kasus ini dalam tingkat banding di PTTUN (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara)?
Advokat tidak boleh bicara soal jaminan menang dalam menangani perkara. Tidak etis. Setiap menangani perkara Integrity selalu berpegang teguh pada moralitas antimafia hukum, bekerja dengan argumentasi hukum terbaik, dan dengan demikian berdoa akan hasil yang terbaik pula. Kami yakin putusan hukum yang adil masih ada di Tanah Air kita.

Anda pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM, Guru Besar Hukum Tata Negara di UGM, dan pengacara tim BPN Prabowo-Sandi. Apakah dengan menjadi kuasa hukum Pemprov DKI menurunkan kelas Anda sebagai ahli hukum?
Sekali lagi, menangani kasus dari Pemprov Jakarta ini bagi kami adalah kehormatan yang luar biasa. Yang pasti kami sangat dimudahkan karena teman-teman biro hukum sudah sangat paham kasus ini, sehingga kami tidak harus mulai dari nol. InsyaAllah, ada hasil yang bermanfaat bagi penduduk Jakarta.

Kapan rencana memori banding diserahkan ke PTTUN?
Memori banding akan kami serahkan segera, sebelum batas waktu berakhir menurut hukum acara. Sekarang, bekerja sama dengan teman-teman biro hukum, sedang kami finalisasi. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Eko Priyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved