Wali Kota Depok: Parkir Terpisah Jangan Seperti Kebijakan Ganjil Genap DKI yang Tidak Cocok di Depok

Kalau kajian sudah oke, akan dilakukan uji cobaselama dua minggu dan kalau sudah selesai dilanjutkan dibuatkan SK Wali Kota,

Wali Kota Depok: Parkir Terpisah Jangan Seperti Kebijakan Ganjil Genap DKI yang Tidak Cocok di Depok
Warta Kota/Gopis Simatupang
Area parkir RSUD Kota Depok, Jalan Raya Sawangan, Kota Depok, tampak memisahkan parkir kendaraan laki-laki dan perempuan, Senin (8/7/2019) 

Pemerintah Kota Depok menampung gagasan penerapan parkir terpisah untuk laki-laki dan perempuan.

Namun, untuk mengetahui kebijakan tersebut cocok atau tidak diterapkan di kota yang memiliki visi Unggul, Nyaman, dan Religius ini, maka ide tersebut harus dikaji lebih dulu.

“Kalau menurut saya itu bagus. Tapi kita lihat dulu fasilitas dan situasi seperti apa jika dibuat penerapan ladies parking,” ucap Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, saat ditemui wartawan di Polresta Depok di Jalan Raya Margonda, Rabu (10/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

Idris kemudian merujuk pada rencana penerapan kebijakan ganjil-genap seperti di DKI Jakarta. Begitu ditiru diterapkan di Depok, ternyata kebijakan tersebut tidak cocok.

“Saya belum pelajari secara umum. Terkait pembuatan peraturan wali kota dan perda, akan dilakukan pengkajian dahulu dan seperti apa. Kalau kajian sudah oke, akan dilakukan uji cobaselama dua minggu dan kalau sudah selesai dilanjutkan dibuatkan SK Wali Kota,” jelasnya.

Idris mengaku tidak mengetahui kebijakan Dinas Perhubungan yang menerapkan pemisahan area parkir antara laki-laki dan perempuan di sejumlah tempat di Depok.

Hindari Tarif Progresif, Sebaiknya Manfaatkan Parkir Inap Saja Jika Berlama-lama di Bandara Soetta

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, pemisahan area parkir antara laki-laki dan perempuan di sejumlah tempat di Depok merupakan penerapan kebijakan ‘ladies parking’.

“Menanggapi ‘ladies parking’ yang diviralkan, kebijakan menyediakan area parkir kendaraan untuk perempuan (ladies parking) adalah dalam rangka pengarusutamaan gender, khususnya perempuan,” ujar Dadang kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Dadang menuturkan, kebijakan tersebut sudah lama ada di Indonesia, demikian juga di Depok.

“Artinya bukan baru saat ini seperti yang diviralkan. Tujuannya untuk memberikan kemudahan akses dan kenyamanan kepada perempuan,” katanya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved