TRAGIS SMPN 21 Kota Tangerang Terkurung Proyek Tol Kunciran-Bandara Soetta, Ini Kata Kepala Sekolah

Beberapa bulan ini kami merasakan betul sulitnya melakukan aktivitas di sekolah ini,

TRAGIS  SMPN 21 Kota Tangerang Terkurung Proyek Tol Kunciran-Bandara Soetta, Ini Kata Kepala Sekolah
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kepala SMPN 21 Kota Tangerang, Sarnoto menyalami para murid - muridnya. Gedung sekolah tersebut terkurung pembangunan Tol Kunciran - Bandara Soetta. 

Nasib menyedihkan menggelayuti SMPN 21 Kota Tangerang.

Sekolah tersebut terkurung pembangunan Jalan Tol Kunciran - Bandara Soekarno Hatta.

Pantauan Warta Kota, sekolah yang berada di Kecamatan Benda ini tampak terisolasi.

Ini Progres Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta, Akhir Juli Pembebasan Lahan Usai?

Mushola dan Kuburan Kena Dampak Pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soetta

Pembangunan Tol Kunciran - Bandara Soetta Bisa Sebabkan Pelayanan Air Terganggu

Gundukan tanah tinggi menggunung proyek Tol Kunciran - Bandara menutup gedung sekolah tersebut.

Bahkan akses jalan pun sulit. Hanya seluas sekitar 1 meter menuju ke SMPN 21 Kota Tangerang.

Gumpalan debu - debu pekat berterbangan dari tanah merah pembangunan Jalan Tol - Bandara mengepung sekolahan ini. Dinding ruangan kelas tampak kotor.

Anies Semangati Persija yang Bakal Bertanding Lawan Persib via Video. Begini Respon Netizen

Belum lagi terdengar suara gaduh saat pembangunan tersebut. Desing - desingan alat berat terdengar nyaring di lokasi sekitar.

Kepala SMPN 21 Kota Tangerang, Sarnoto menjelaskan sekolahnya memang terdampak dari proyek Tol Kunciran - Bandara. Sehingga proses belajar mengajar menjadi terganggu.

"Beberapa bulan ini kami merasakan betul sulitnya melakukan aktivitas di sekolah ini," ujar Sarnoto saat dijumpai Warta Kota di SMPN 21 Kota Tangerang, Rabu (10/7/2019).

Lomba Lari Lintas Alam Tingkat Nasional Pertama di Indonesia

Imbasnya terhadap aktivitas di sekolah tersebut pun kental terasa. Bahkan para murid di SMPN 21 Kota Tangerang ini hampir tiap hari menghisap debu - debu dari proyek pembangunan Jalan Tol Kunciran - Bandara.

"Debunya kan masuk ke kelas. Kasihan anak - anak saat belajar," ucapnya.

Lebih tragisnya lagi, para murid mau pun guru sering kehilangan konsentrasi. Ini dikarenakan suara berisik dari pembangunan tersebut.

Tim Produksi Drama Joseon Survival Kesulitan Setelah Kang Ji Hwan Ditangkap

"Kesulitan belajar mengajar. Berisik terganggu suara saat memasang beton - beton di area proyek tersebut. Ini sangat membahayakan tumbuh kembang anak - anak," kata Sarnoto.

Warga korban gusuran Jalan Tol Kunciran-Bandara menanti kejelasan nasib tempat tinggal mereka.
Warga korban gusuran Jalan Tol Kunciran-Bandara menanti kejelasan nasib tempat tinggal mereka. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Jarak area proyek dengan sekolahan ini hanya berkisar dua meter saja. Urukan tanah merah yang menggunung dari pembangunan tersebut setinggi hampir 8 meter.

"Kelas - kelas kami bersihkan, tapi debu - debu tetap saja masuk ke dalam. Sampai akhirnya ruangan kelas ada beberapa yang tidak terpakai," papar Sarnoto. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved