Sarankan Rekonsiliasi Total, Fahri Hamzah Sebut Konflik Berakar dari Sini

Menurut Fahri Hamzah, Presiden Jokowi harus melacak akar atau awal mula terjadinya perpecahan di masyarakat.

Sarankan Rekonsiliasi Total, Fahri Hamzah Sebut Konflik Berakar dari Sini
Facebook Fahri Hamzah
Fahri Hamzah 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah menilai rekonsiliasi antara kubu Jokowi dengan kubu Prabowo Subianto, tidak bisa selesai hanya dengan pemulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Menurut Fahri Hamzah, bila ingin rekonsiliasi, maka lakukan lah dengan total.

"Ini rekonsiliasi mau dilihat berapa luas? Rekonsiliasi itu pengertiannya adalah kita meletakkan kembali akar konflik kita," kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Abraham Samad Nilai Tiga Pimpinan KPK yang Ikut Seleksi Lagi Kualitasnya Biasa-biasa Saja

Menurut Fahri Hamzah, Presiden Jokowi harus melacak akar atau awal mula terjadinya perpecahan di masyarakat.

Misalnya, apabila pembelahan masyarakat dimulai dari kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, maka akan diketahui bagaimana cara merekonsiliasikannya.

"Seberapa luas dan seberapa jauh, kita yang mutuskan. Kalau akar konflik dianggap dari kasus Ahok dulu, ya sudah itu termasuk di dalamnya. Silakan saja, itu semua ada konsekuensinya," tuturnya.

Persib Cuma Menang Tujuh Kali dari 41 Pertemuan Lawan Persija, Rivalitas Bukan karena Prestasi

Bila tidak rekonsiliasi total atau dicari akar permasalahannya, maka menurut Fahri Hamzah, konflik akan berlangsung berkepanjangan.

Upaya apa pun yang dilakukan, katanya, tidak bisa secara efektif menyelesaikan pertentangan di masyarakat.

"Presiden harus berani melacak akar dari konflik dua calon kemarin, yang sebenarnya sudah dimulai di DKI, mulai pilpres (2014) lalu."

Penembak Misterius Saat Kerusuhan 21-22 Mei 2019 Pakai Pistol Glock 42, Polisi Periksa Saksi Kunci

"Masuk ke DKI tegang sampai di bawah, ditutup dengan Pilpres lagi, yang dua lagi calonnya itu-itu juga. (Kemudian) tegang lagi, ini yang perlu di-reconsile kembali," paparnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved