INFO KEMENTERIAN

Resmikan Poltekesos Bandung, Mensos Tekan Pentingnya Kemampuan Alumni Rebut Kesempatan Kerja

Mensos hadir untuk meresmikan perubahan nomenklatur Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) menjadi Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos).

Resmikan Poltekesos Bandung, Mensos Tekan Pentingnya Kemampuan Alumni Rebut Kesempatan Kerja
Dok. Humas Kementerian Sosial
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, di Kampus Poltekesos, Bandung, Selasa (10/07/2019). 

Mensos meminta Poltekesos Bandung agar mendesain program studi yang relevan dengan dunia kerja, baik dari aspek kemampuan dosen, kurikulum, laboratorium dan semua peralatannya, serta kampus yang kondusif.  

Tak lupa Mensos mengingatkan, pendidikan tinggi vokasi punya peran strategis dan berada di garda terdepan dalam penanganan usia angkatan kerja. “Lulusan program pendidikan tinggi vokasi tidak hanya menguasai Iptek, namun juga mandiri, terampil dan terlatih serta memenuhi tuntutan dunia industri atau dunia kerja,” kata Mensos.

Oleh karenanya, kata Mensos, lulusan pendidikan tinggi vokasi punya modal yang cukup dalam menghadapi persaingan regional maupun global. “Bahkan, secara khusus juga akan mampu menjawab tantangan yang muncul di era Revolusi Industri 4.0 ini,” kata Mensos.

Kini bahkan kemampuan vokasi Indonesia cukup menggembirakan. Mengutip survey Global Talent Competitiveness Index 2017. Indikator Vocational & Technical Skills Indonesia berperingkat paling baik di antara indikator-indikator lainnya. 

“Indonesia menempati ranking 13 dari 27 di kelompok negara lower-middle income. Padahal fokus pemerintah selama ini dalam pengembangan vokasi dinilai masih kurang memadai,” kata Mensos.

Oleh karena itu, pendidikan vokasi di era Revolusi Industri 4.0 telah menjadi kesepakatan bersama, dan selanjutnya menjadi  bagian dari kebijakan pemerintah dalam penyiapan platform untuk mempermudah akses ke pasar kerja.

Dalam laporannya kepada Mensos, Kepala BP3S Harry Z. Soeratin menyatakan, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan secara resmi nomenklatur baru Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Sosial RI, yaitu STKS Bandung menjadi  Poltekesos kepada seluruh sivitas akademika, seluruh stakeholder, dan kepada masyarakat luas.

“Untuk selanjutnya Poltekesos Bandung menjadi identitas dan nama baru secara resmi dalam korespondensi akademik maupun non akademik,” kata Harry Z. Soeratin.

Menurut Harry, perubahan nomenklatur dari STKS Bandung menjadi Poltekesos jalan dengan kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Ristek Dikti. “Yakni agar melakukan perubahan kelembagaan dari Sekolah Tinggi menjadi Politeknik,” katanya.

Menurut Harry, perubahan kelembagaan Sekolah Tinggi menjadi Politeknik adalah suatu keniscayaan untuk meningkatkan peran pendidikan tinggi Kementerian Lain dalam mencetak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai kebutuhan Kementerian yang bersangkutan.  

“Perubahan nomenklatur kelembagaan STKS Bandung menjadi Politeknik tentu saja menjadi suatu peristiwa  monumental untuk disambut dengan sukacita oleh sivitas akademika, seluruh stakeholder, dan kita semua,” katanya. (*)

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved