Destinasi

Pembebasan Lahan Akses Curug Parigi di Bekasi Terkendala Anggaran

Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan sejumlah opsi untuk mengatasi persoalan penutupan Jalan Pangkalan 4,5 yang menjadi akses menuju Curug Parigi

Pembebasan Lahan Akses Curug Parigi di Bekasi Terkendala Anggaran
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Pihak Kelurahan Cikiwul bersama Dinas BMSDA dan Disperkimtan Kota Bekasi meninjau Jalan Pangkalan 4,5 yang ditutup oleh pemilik lahan. Adapun ruas jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Curug Parigi. 

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan sejumlah opsi untuk mengatasi persoalan penutupan Jalan Pangkalan 4,5 yang menjadi akses menuju Curug Parigi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang.

Beberapa opsi di antaranya adalah pembebasan lahan baru yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi.

Lurah Cikiwul Warsim Suryana mengatakan beberapa waktu lalu dia bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) telah meninjau ke lokasi.

TERUNGKAP Eksistensi Curug Parigi Bekasi Terancam Redup, Ini Penyebabnya

Suasana Curug Parigi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Eksistensi wisatanya terancam redup karena Jalan Pangkalan 4,5 yang menjadi akses di sana ditutup oleh pemilik lahan.
Suasana Curug Parigi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Eksistensi wisatanya terancam redup karena Jalan Pangkalan 4,5 yang menjadi akses di sana ditutup oleh pemilik lahan. (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)

Dari peninjauan itu, pemerintah perlu melakukan pembebasan lahan di seberang gang Batalyon Armed 7/105 GS Bekasi di Jalan Raya Narogong hingga Curug Parigi.

"Panjang jalan yang perlu dibebaskan ada 1.051 meter dengan lebar 12 meter. Tidak hanya akses jalan, kita juga perlu membebaskan lahan 1,5 hektar lagi di dekat curug untuk keperluan parkir kendaraan, wisata kuliner, musolah, toilet dan sebagainya," ujar Warsim pada Rabu (10/7/2019).

Meski demikian, kata Warsim, rencana pembebasan lahan itu tidak bisa dilakukan tahun ini karena persoalan anggaran.

Di sisi lain, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) akan melakukan kajian mendalam atas rencana tersebut.

"Kira-kira perencanaannya pembebasan lahan bisa terealisasi tahun 2021-2020, tapi kami harap bisa secepatnya," katanya.

Dia menambahkan, lahan yang akan dibebaskan itu sebetulnya tetap milik PT Pelni Jaya Hari Baja.

Pihak perusahaan menolak pemerintah daerah membebaskan Jalan Pangkalan 4,5 untuk mempertahankan akses, karena lahan itu akan dibuat sebagai pengembangan usaha mereka.

"Letak Jalan Pangkalan 4,5 persis bersebelahan dengan perusahaan, jadi mereka nggak mau kalau itu dibebaskan sementara lahan di depan gang Batalyon Armed 7/105 juga milik mereka. Kalau dibebaskan (Jalan Pangkalan 4,5) nanti posisi lahan mereka itu terpotong sama jalan," jelasnya.

Suasana Curug Parigi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Eksistensi wisatanya terancam redup karena Jalan Pangkalan 4,5 yang menjadi akses di sana ditutup oleh pemilik lahan.
Suasana Curug Parigi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Eksistensi wisatanya terancam redup karena Jalan Pangkalan 4,5 yang menjadi akses di sana ditutup oleh pemilik lahan. (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved