Dibiayai Anak-anaknya Sejak Tahun 2015, Nenek Sa'anah Jadi Juga Naik Haji Di Usia Hampir 100 Tahun

“Dulu sering minum air godok (rebusan) tanaman-tanaman, ngambil dari kebun. Kaya tanaman yang pahit itu, sambiloto,”

Dibiayai Anak-anaknya Sejak Tahun 2015, Nenek Sa'anah Jadi Juga Naik Haji Di Usia Hampir 100 Tahun
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Calon jemaah haji tertua asal Tangerang Selatan, Sa'anih akan berangkan ke Tanah Suci Mekkah pada 16 Juli 2019 mendatang. 

Usia yang senja tidak menyurutkan keinginan seorang nenek asal Kampung Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, untuk berangkat haji tanggal 16 Juli 2019 mendatang dan masuk kloter 15.

Sa’anih, perempuan yang terdata berumur 89 tahun ini akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke tanah suci setelah dibiayai oleh anak-anaknya pada tahun 2015 lalu.

Kendati demikian, meski terdata memiliki umur 89, usia Sa’anih diperkirakan mencapai 100 tahun. Pasalnya Sa’anih merasakan hidup di zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

“Kalau dilihat riwayatnya mungkin 100 tahun ada, kalau dihitung-hitung dibandingkan umur anak-anaknya,” kata Ibrahim (65), anak keempat Sa’anih, Rabu (10/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

Biarpun diduga berumur hampir satu abad, Sa’anih masih tampak bugar di balik kulit keriputnya.

Tubuhnya masih dapat digerakan seperti biasa, pengelihatan, dan bicaranya juga masih lancar.

“Saya berserah diri saja sama Allah. Kita penginnya nenek pulang selamat, kita masih pengin merawatnya,” ujar Ibrahim.

Tubuhnya yang keriput masih tampak sehat, akan tetapi Sa’anih memiliki permasalahan pada telinganya, sehingga membutuhkan alat bantu dengar.

Sa’anih yang akan berangkat haji didampingi seorang anaknya mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk pergi ke tanah suci beberapa waktu lagi.

Menunaikan ibadah haji pun sudah menjadi impiannya sejak lama.

Halaman
12
Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved