Usulan Penghapusan Pelajaran Agama Sudah Diabaikan Pemerintah, Tapi Ini Saran KPAI

Retno mengatakan pelajaran agama masih diperlukan untuk diberikan di sekolah.

Usulan Penghapusan Pelajaran Agama Sudah Diabaikan Pemerintah, Tapi Ini Saran KPAI
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti 

"Pengabungan inilah yang dulu banyak dikritik beberapa pihak, karena Pendidikan Agama berlandaskan kitab suci masing-masing agama, sedangkan budi pekerti berlandaskan norma-norma dan budaya yang berlaku di suatu tempat," kata dia.

Namun kedua hal tersebut diajarkan oleh orang yang sama. Padahal, menurut kitab suci, suatu norma dan budaya terkadang bisa berbeda.

"Penambahan jam pendidikan agama saat itu, dilakukan dengan alasan penambahan Budi Pekerti. Barangkali, hal ini yang justru perlu dikritisi juga secara arif dan bijaksana demi kepentingan terbaik bagi anak didik di seluruh Indonesia," katanya.

Klarifikasi Lengkap Soal Audrey Yu Jia Hui: Passionnya Bukan di NASA, Kini Masih Sekolah S2/S3 di AS

Retno mengatakan pelajaran agama masih diperlukan untuk diberikan di sekolah.

"Barangkali yang perlu diberi masukan bersama adalah metode pembelajarannya dan materinya. Misalnya penting memberikan materi bahwa setiap agama mengajarkan kerukunan, saling menghormati, saling menghargai, saling menyayangi dan bukan menyebar kebencian, baik kepada umat agama yang sama maupun umat agama yang berbeda.

"Hal ini bisa menjadi materi yang dianggap utama. Mengingat masyarakat di negeri kita ini sangat majemuk. Sehingga keragaman dan perbedaan adalah keniscayaan di Indonesia. Jadi penting pelajaran agama juga memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan memperkokoh persatuan bangsa," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved