Usulan Penghapusan Pelajaran Agama Sudah Diabaikan Pemerintah, Tapi Ini Saran KPAI

Retno mengatakan pelajaran agama masih diperlukan untuk diberikan di sekolah.

Usulan Penghapusan Pelajaran Agama Sudah Diabaikan Pemerintah, Tapi Ini Saran KPAI
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti 

KPAI kata Retno, tentu mendukung pendidikan agama tetap diberikan di sekolah.

"Namun substansi materi yang diajarkan maupun metode pembelajarannya memang masih memerlukan masukan banyak pihak, agar menjadi tepat dan bermakna, atau perlu dikritisi," kata dia.

"Selama ini pendekatan pembelajaran yang mayoritas digunakan guru masih konvensional, kurang membuka ruang dialog, sehingga kurang membangun daya kritis peserta didik," ujarnya.

Ketika budaya literasi terjadi di sekolah, kata Retno, maka ruang dialog dan kemampuan berpikir kritis akan terbangun dengan sendirinya. "Sehingga sekolah dapat dengan mudah menangkal paham radikal dan fanatisme sempit lainnya," kata dia.

Jadwal Persebaya vs Barito Putera Pukul 15.30 WIB. Ini Link Live Streaming dan Strategi Pelatih

Menyoroti kegiatan pendidikan agama yang selama ini berlangsung di sekolah, kata Retno memang lebih terkonsentrasi pada persoalan-persoalan teoritis dan kurang memperhatikan persoalan bagaimana mengubah pengetahuan agama yang bersifat kognitif menjadi suatu makna dan nilai yang perlu diinternalisasikan dalam diri peserta didik.

"Sehingga untuk selanjutnya menjadi sumber anak didik untuk bersikap dan berperilaku secara konkret agamis dalam kehidupan praksis sehari-hari," kata dia.

Meski dalam Kurikulum 2013 guru dituntut melakukan proses pembelajaran dengan prinsip 5M yakni mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis dan mencipta, tambah Retno, namun pada implementasinya mayoritas guru dari berbagai mata pelajaran, termasuk guru agama lebih mengedepankan hal mengingat.

Kivlan Zen Laporkan Kadiv Humas Polri ke Propam Gara-gara Lakukan Hal Ini

"Dalam proses pembelajaran, peserta didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas lebih diarahkan kepada menghafal informasi. Padahal UU No. 30 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sudah memiliki paradigma baru.

"Dimana istilah proses belajar-mengajar atau guru mengajar, murid belajar, di ubah menjadi proses pembelajaran yakni murid dan guru sama-sama belajar dan ada relasi yang seimbang," kata Retno.

Dalam kurikulum 2013, kata dia, Pendidikan Agama di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah digabung dengan pendidikan budi pekerti yang diajarkan selama 4 jam tatap muka untuk jenjang SD dan 3 jam untuk SMP dan SMA/SMK.

Salat Minta Petunjuk Lalu Dor! Kisah Jenderal Polisi Nyaris Tembak Seorang Ibu Kini Daftar Capim KPK

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved