Kesehatan

Pola Makan dan Suplemen Ini Bisa Membahayakan Kesehatan Jantung Anda, Hati-hati!

Menjaga pola makan sehat dapat membantu individu menjaga kesehatan kardiovaskular, mencegah penyakit jantung, dan stroke.

Pola Makan dan Suplemen Ini Bisa Membahayakan Kesehatan Jantung Anda, Hati-hati!
Medical News Today
Ilustrasi beragam bahan makanan dan suplemen 

Mengurangi asupan lemak diet, dan meningkatkan kuantitas diet omega-3 dan omega-6 tidak menguntungkan jantung.

Bahkan, orang yang mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D sebenarnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke.

Namun, dalam makalah mereka, para peneliti mengakui bahwa "temuan ini dibatasi oleh kualitas bukti yang kurang optimal."

Mereka merujuk pada kenyataan bahwa metodologi penelitian berbeda sehingga tidak dapat menganalisis intervensi.

Misalnya,  jenis kelamin, indeks massa tubuh (BMI), nilai lipid, ambang tekanan darah, diabetes, dan riwayat penyakit kardiovaskular.

Khasiat Akar Seledri Untuk Kesehatan Tubuh, Ini 7 Manfaat Kesehatan dari Olahan Akar Seledri

Mereka berpendapat bahwa penelitian itu bisa menjadi penelitian lanjutan tentang manfaat dan nilai intervensi pola makan berbeda.

Penelitian itu dapat membantu mereka yang sedang membuat pedoman kardiovaskular dan diet profesional memodifikasi rekomendasi mereka.

Selain itu, menyediakan basis bukti bagi dokter untuk mendiskusikan suplemen makanan dengan pasien mereka, dan memandu studi baru.

Sementara itu, Dr dokter Amitabh Pandey dan Eric Topol, dari Scripps Research Translational Institute di La Jolla, California, menekankan bahwa kualitas data.

Alasannya, banyak studi menilai efek intervensi makanan dan suplemen berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

Racikan Jus Lemon dan Minyak Zaitun Bisa Mendatangan 7 Manfaat Kesehatan Tubuh

Selain itu, ada perbedaan geografi, dosis, dan persiapan, serta penelitian bergantung pada buku harian makanan.

Kebiasaan makan didasarkan pada ingatan seseorang tentang apa yang mereka konsumsi, serta- menimbulkan pertanyaan tentang kebenaran data.

"Bagaimana pun, perbedaan terbesar yang perlu dipertimbangkan pada masa depan adalah individu," kata Amithab.

Penelitian masa depan harus lebih memerhatikan perbedaan di antara peserta. (Medical News Today)

Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved