Multifinance Melirik Rencana Produsen Otomotif Global Bangun Mobil Listrik di Indonesia

Perusahaan pembiayaan atau multifinance sedang melirik rencana produsen otomotif global membangun mobil listrik di Indonesia.

Editor:
Kompas.com/Alsadad Rudi
Perusahaan pembiayaan atau multifinance sedang melirik rencana produsen otomotif global membangun mobil listrik di Indonesia. 

Perusahaan pembiayaan membutuhkan komitmen agen tunggal pemegang merek (ATPM) dan agen pemegang merek (APM) terkait keberlangsungan produk dan keseriusan masuk Indonesia.

Merujuk data yang ia miliki, tahun 2018 lalu penjualan kendaraan listrik melampaui 5,1 juta unit.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Multifinance atau perusahaan pembiayaan bersiap masuk bisnis baru.

Perusahaan pembiayaan atau multifinance sedang melirik rencana produsen otomotif global membangun mobil listrik di Indonesia.

Mereka menakar peluang pembiayaan mobil listrik ini.

Transaksi Perdagangan Barang Melalui E-Commerce di Indonesia Capai Rp 146 Triliun

Satu di antaranya yang menjadi pertimbangan adalah komitmen dari produsen mobil listrik ini.

Termasuk aturan yang akan mendukung beredarnya mobil ramah lingkungan ini.

Meski tertarik, Harjanto Tjitohardjojo, Direktur PT Mandiri Tunas Finance, mengatakan, perusahaan pembiayaan membutuhkan komitmen agen tunggal pemegang merek (ATPM) dan agen pemegang merek (APM) terkait keberlangsungan produk dan keseriusan masuk Indonesia.

Ingin Bisnis Waralaba Bersaing di Pasar Global, Simak Tips Berikut Ini

"Termasuk komitmen after sales seperti sparepart, " kata Harjanto.

Stanley Setia Atmadja, Presiden Direktur PT Mandiri Utama Finance, akan memperhitungkan pangsa pasar mobil listrik.

"Kami akan mempelajari dulu besarnya pasar. Kontinuitas produk, dan paling penting harga mobil seken terbentuk setelah mobil tersebut dipasarkan," kata Stanley.

Ponsel Ilegal Bisa Merugikan Negara Hingga Rp 2,8 Triliun

Potensi besar

Ong Sugiharto, Kepala Divisi Business Development PT Buana Finance, mengatakan, pasar dunia kendaraan listrik mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Merujuk data yang ia miliki, tahun 2018 lalu penjualan kendaraan listrik melampaui 5,1 juta unit.

Jumlah ini naik lebih dari 2 juta unit dari tahun sebelumnya.

Melihat Kandungan di Dalam Kopi Susu dan Bubble Milk Tea

"Tentu ini berdampak juga ke pasar Indonesia yang sangat berpotensi dengan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik. Namun tentunya ini sangat bergantung sarana dan prasarana," ujar Ong.

Menurutnya, risiko pembiayaan untuk mobil lisrik memang tidak akan terlalu berbeda dengan mobil yang saat ini dibiayai multifinance.

Bedanya, pengguna kendaraan listrik ia yakini berasal dari menengah ke atas lantaran harga jual nan mahal.

Akan Diluncurkan Oktober 2019, Tampilan Huawei Mate 30 Beredar di Dunia Maya

Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Perusahaan Multifinance Kepincut Mobil Listrik

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved