Berita Tangerang

KPAI Kecam Perkosaan Terhadap Remaja Perempuan oleh 5 Pria di Tangerang

KPAI menyampaikan keprihatinan atas kasus perkosaan terhadap anak perempuan yang dilakukan sekelompok pemuda di rumah kosong di Kabupaten Tangerang.

KPAI Kecam Perkosaan Terhadap Remaja Perempuan oleh 5 Pria di Tangerang
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti dalam keterangannya kepada Warta Kota, Sabtu (18/2/2019). 

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan, KPAI menyampaikan keprihatinan atas kasus perkosaan terhadap anak perempuan yang dilakukan sekelompok pemuda di rumah kosong di Kabupaten Tangerang, pada 23 Juni 2019 lalu.

Bahkan kata Retno, sang anak atau korban juga terluka di bagian tangan karena melawan saat hendak diperkosa, menggunakan pecahan gelas.

"KPAI mendorong para orangtua memastikan keselamatan anak ketika anak hendak ke luar rumah di malam hari," kata Retno, Selasa (9/7/2019)..

Jangan dibiarkan sendirian, kata Retno, setidaknya diantar jemput.

Hal itu mengingat kasus perkosaan yang dialami ananda Mawar terjadi saat korban hendak pulang ke rumah.

Peristiwanya terjadi sekitar pukul 23.00, usai menyaksikan panggung hiburan di tempat hajatan.

 Lowongan Kerja di Kapal BUMN untuk SMA/SMK dengan Gaji Minimal Rp 8 Juta

 Suami Jujur ke Istri Telah Hamili Wanita Lain, Istri Langsung Perintahkan Selingkuhannya Bunuh Suami

 Janda Muda Tsamara Amany Bakal Lepas Statusnya, Sosok Calon Suaminya Bukan Orang Biasa

 Klarifikasi Lengkap Soal Audrey Yu Jia Hui: Passionnya Bukan di NASA, Kini Masih Sekolah S2/S3 di AS

Atas hal ini katanya KPAI akan melakukan pengaduan ke kepolisian untuk memastikan polisi menggunakan UU Perlindungan Anak terhadap para pelaku.

"KPAI juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Tangerang terkait pemenuhan hak-hak korban oleh lembaga layanan seperti P2TP2a dan dinas PPPA untuk rehabilitasi psikologis," katanya.

Lalu kata Retno agar Dinas Kesehatan setempat bergerak untuk pemulihan kesehatan terutama alat reproduksi korban.

"Serta dinas pendidikan yang harus tetap menjamin hak atas pendidikan korban kekerasan seksual," katanya.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved