Ketua Pelti Akui Jakarta Kekurangan Lapangan Tenis Sejak Dibongkar untuk Asian Games

Salah satu lapangan tenis yang beralih fungsi untuk cabang olahraga lain ada di kompleks Gelora Bung Karno (GBK).

Ketua Pelti Akui Jakarta Kekurangan Lapangan Tenis Sejak Dibongkar untuk Asian Games
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Aldila Sutjiadi (kanan), petenis peraih medali emas Asian Games 2018 di nomor ganda campuran. 

Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) telah berupaya menggelar turnamen internasional di Indonesia.

Namun, ternyata, banyak kendala yang dihadapi sehingga pelaksanaanya sulit.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar.

"Ada kendala beralih fungsinya fasilitas tenis utama Indonesia menjadi lapangan bisbol," ujarnya.

"Pertandingan tenis internasional ada persyaratan pelaksanaannya," imbuh Rildo.

Sejatinya, Rildo mengatakan hal itu lantaran wawancara Kantor Berita Prancis, AFP, dengan petenis Indonesia Christopher Rngkat.

Jun Ji Hyun Ditawari Main Film Alien

Madame Jung Akui Eks CEO YG Entertainment Yang Hyun Suk Pesan Wanita untuk Layanan Prostitusi

Seoul Gunakan Undian untuk Kurangi Jumlah Manula Berkendara

Saat ini, Christopher tengah berlaga di turnamen Grand Slam, Wimbledon, Inggris.

Dalam wawancara itu, petenis kelahiran Jakarta pada 14 Januari 1990, mengatakan fasilitas tenis di Indonesia masih minim.

Christopher, yang pernah memperkuat tim Indonesia dalam ajang Piala Davis juga mengatakan bahwa fasilitas tenis di Indonesia belum layak.

Salah satu lapangan tenis yang beralih fungsi untuk cabang olahraga lain ada di kompleks Gelora Bung Karno (GBK).

Halaman
123
Editor: Dewi Pratiwi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved