Berita Video

VIDEO: Kuasa Hukum Optimis Terdakwa Haris Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Tak Dihukum Mati

"Kita mempertahankan pledoi kita yang terdahulu dan sedikit menjabarkan dalam duplik itu bahwa sama sekali tuntutan dan replik JPU tidak mendasar

VIDEO: Kuasa Hukum Optimis Terdakwa Haris Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Tak Dihukum Mati
warta kota
terdakwa pembunuhan satu keluarga harris simamora 

Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora kembali menjalani sidang pada Senin (8/7/2019).

Agenda sidang kali ini yakni dupik atau jawaban penasihat atas replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam replik JPU dijelaskan meminta Majelis Hakim agar menghukum seberat-beratnya dengan memberikan hukuman mati. Dikarenakan Haris melakukan tindak pembunuhan berencana kepada satu keluarga, Daperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita dan dua anak Daperum, yaitu Sarah Marisa Putri Nainggolan (9) dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan (7).

Hal itu sesuai dengan dakwaan primair Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 363 Ayat (1) ke-3 KUHPidana tentang Pencurian.

Akan tetapi Penasihat Hukum terdakwa, Alam Simamora menilai tuntutan hingga replik yang disampaikan JPU tidak mendasar.

Tidak ada dasar kuat bahwa terdakwa Haris melakukan tindak pindana pembunuhan berencana.

"Kita mempertahankan pledoi kita yang terdahulu dan sedikit menjabarkan dalam duplik itu bahwa sama sekali tuntutan dan replik JPU tidak mendasar soal hukuman mati kepada terdakwa," kata Alam kepada Wartakota usai sidang, Senin (8/7/2019).

Alam menuturkan JPU tidak bisa membuktikan satu alat bukti pun mengenai terdakwa melakukan tindak pidana pembunuhan, kecuali hanya pengakuan dari terdakwa.

"Jadi tuntutan dan replik JPU lemah. Apalagi dilihat dari fakta-fakta persidangan jadi sangat lemah sekali," ungkapnya.

Akan tetapi penasihat hukum terdakwa Haris pembunuhan satu keluarga, Alam menyerahkan semua keputusan kepada Majelis Hakim.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved