Berita Video

VIDEO: Haris Simamora Pembunuh Satu Keluarga Dituntut Hukuman Mati, Kuasa Hukum Bilang Jangan

Alan menganggap, tuntutan mati bagi Harris tidak jauh berbeda dengan tindakan keji kliennya itu yang telah menewaskan 4 orang anggota keluarga Daperum

VIDEO: Haris Simamora Pembunuh Satu Keluarga Dituntut Hukuman Mati, Kuasa Hukum Bilang Jangan
Warta Kota/Muhammad Azzam
Harris Simamora terdakawa kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi kembali menjalani sidang, di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi di Jalan Veteran, Bekasi Selatan, 

Harris Simamora, terdakwa pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU)

Dalam sidang pembacaan duplik yang digelar di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (8/7/2019), kuasa hukum Harris, Alan Simamora mengajak majelis hakim maupun JPU untuk merenungkan kembali tuntutan hukuman mati buntut tindakan Harris pada November 2018 silam.

"Marilah kita melihat ke dalam hati yang paling dalam dan bertanya, 'apakah saya telah melaksanakan tugas sesuai dengan hati nurani, apakah saya telah menegakkan keadilan dalam perkara ini'. Hanya Tuhanlah yang tahu. Kita sebagai manusia yang beragama sangat meyakini hidup dan matinya manusia ditentukan oleh Tuhan," ujar Alan Simamora membacakan duplik alias tanggapan terhadap replik JPU Rabu silam.

Alan menganggap, tuntutan mati bagi Harris tidak jauh berbeda dengan tindakan keji kliennya itu yang telah menewaskan 4 orang anggota keluarga Daperum Nainggolan.

Dengan nada bertanya, Alan menyiratkan bahwa hidup atau matinya seseorang, dalam hal ini Harris Simamora sebagai terdakwa kasus pembunuhan, semestinya bukan otoritas sesama manusia.

"Apakah kita sebagai sesama manusia berhak mencabut nyawa manusia yang membunuh tersebut?" kata Alan.

VIDEO: Sempat Ngehits, Pasar Santa Kini Tak Lagi Ramai Anak Muda

VIDEO: Kondisi Kali Tegal Amba di Jakarta Timur Dipenuhi Sampah

VIDEO: Terobos Lampu Merah Jadi Pelanggaran Terbanyak yang Terekam Kamera Tilang ETLE

"Oleh karenanya, apabila kemudian manusia menghukum sesamanya dengan mencabut nyawa manusia lainnya, maka perbuatan tersebut adalah dosa juga. Dosa jangan dibalas dengan dosa. Manusia tidak boleh menyamakan dirinya dengan Tuhan dengan mengambil alih hak Tuhan untuk mencabut nyawa manusia," imbuhnya.

Sebelumnya, JPU memohon majelis hakim untuk menjatuhkan vonis mati pada Harris Simamora pada 27 Mei 2019 silam.

Harris dianggap melanggar pasal 340 KUHPidana dan pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHPidana dengan kualifikasi pembunuhan berencana dan pencurian dengan pemberatan.

Harris berjanji jika permohonannya dikabulkan majelis hakim, dirinya akan memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik.
"Saya mohon kepada majelis hakim untuk memberikan saya kesempatan hidup untuk memperbaiki kehidupan saya. Ketika saya diberikan kesempatan, saya akan berbuat terbaik dan sebaik-baiknya bagi bangsa dan kehidupan bermasyarakat," kata Harris dalam nota pembelaannya, 25 Juni 2019.
Namun, pada Rabu (3/7/2019), JPU menolak seluruh butir nota pembelaan Harris.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved