Investasi

Penjelasan Schroder Investment Management soal Iklim Investasi Indonesia

Iklim investasi dalam negeri dinilai oleh Schroder Investment Management Indonesia membaik, baik di pasar saham maupun obligasi.

Penjelasan Schroder Investment Management soal Iklim Investasi Indonesia
thinkstockphotos
Ilustrasi. Iklim investasi dalam negeri dinilai oleh Schroder Investment Management Indonesia membaik, baik di pasar saham maupun obligasi. 

The Fed juga masih mempertimbangkan fundamental perekonomian AS dan memiliki level kenyamanan tingkat suku bunganya sambil menunggu kejelasan Trump dalam menindaklanjuti perang dagang dengan China.

Di dalam negeri, jika mayoritas bank sentral menurunkan suku bunga acuannya, maka Bank Indonesia (BI) juga akan menurunkan suku bunga acuannya.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Iklim investasi dalam negeri dinilai oleh Schroder Investment Management Indonesia membaik, baik di pasar saham maupun obligasi.

Pengaturan portofolio yang kuat menjadi kunci dalam memanfaatkan peluang perbaikan pasar.

Bonny Iriawan, Executive Vice President Intermediary Business Shcroder Investment Management Indonesia, memaparkan sentimen kondisi politik di dalam negeri serta efek rebalancing anggota Morgan Stanley Capital International (MSCI) sudah tidak lagi mempengaruhi pergerakan pasar di dalam negeri.

Awal Pekan Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah

Sentimen yang kini jadi perhatian di semester II adalah penurunan suku bunga oleh bank sentral global.

Bonny memproyeksikan penurunan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) sebanyak 25 basis poin terjadi pada kuartal IV-2019.

Meski kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga santer terjadi pada Juli.

"The Fed memiliki kebijakannya sendiri alih-alih mengikuti Trump yang ingin menurunkan FFR, The Fed perlu melihat arah inflasi, PMI dan unemployment rate AS," kata Bonny, Senin (8/7/2019).

Penjelasan Analis Pasar Saham soal Emiten yang Baru Masuk ke Pasar Modal

Selain itu, The Fed juga masih mempertimbangkan fundamental perekonomian AS dan memiliki level kenyamanan tingkat suku bunganya sambil menunggu kejelasan Trump dalam menindaklanjuti perang dagang dengan China.

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved