Pembunuhan

Penasihat Hukum Terdakwa Haris Nilai Replik JPU Pembunuhan Berencana Tak Mendasar

Pengadilan Negeri Bekasi kembali menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga dengan terdakwa Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora

Penasihat Hukum Terdakwa Haris Nilai Replik JPU Pembunuhan Berencana Tak Mendasar
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Suasana sidang kasus pembunuhan satu keluarga dengan terdakwa Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora di Pengadilan Negeri Bekasi pada Senin (8/7/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Pengadilan Negeri Bekasi kembali menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga dengan terdakwa Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora pada Senin (8/7/2019).

Agenda sidang kali ini yakni duplik atau jawaban penasihat atas replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam replik JPU dijelaskan meminta Majelis Hakim agar menghukum seberat-beratnya dengan memberikan hukuman mati.

Ramalan Zodiak Selasa 9 Juli 2019 Scorpio Untung, Virgo Emosian, Gemini Hadapi Masalah Nih

Ini 5 Zodiak yang Gak Serius Perhatian Padamu, Mereka Hanya Pura-pura Peduli pada Orang Lain!

AKHIRNYA Keluarga Si Jenius Audrey Yu asal Surabaya Bantah Jokowi Tawari BPPT dan Kerja di NASA

TERUNGKAP Meriam Bellina Awet Muda meski Sudah 54 Tahun, Perawatan Kecantikannya Bikin Ngilu

Raffi Ahmad dan Nagita Bongkar Kelakuan Hotman Paris Pacari Meriam Bellina Berawal dari Taruhan

Dikarenakan Haris melakukan tindak pembunuhan berencana kepada satu keluarga, Daperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita dan dua anak Daperum, yaitu Sarah Marisa Putri Nainggolan (9) dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan (7).

Dalam sidang itu penasihat hukum, Alam Simamora memaparkan tuntutan hingga replik yang disampaikan JPU tidak mendasar.

Tidak ada dasar kuat bahwa terdakwa Haris melakukan tindak pindana pembunuhan berencana.

Selama di Penjara, Bisnis Kriss Hatta Berantakan hingga Uangnya Diambil Karyawan

Pembunuhan yang dilakukan terdakwa dilakukan spontan akibat dari sejumlah kata-kata hinaan dari korban.

"Jadi yang penting adalah merencanakan kehendak atau maksudnya terlebih dulu, merencanakannya harus dalam keadaan tenang untuk kemudian dilaksanakan juga secara tenang," kata Penasihat Hukum Haris dipersidangan.

Terdakwa juga datang ke rumah korban bukan atas keinginannya.

Anak Jalanan Ajak Duel Petugas Satpol PP Kota Tangerang

Akan tetapi dipanggil korban Maya Ambarita melalui Whatsapp.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved