Pilkada Serentak 2020

KPU Rencanakan Pemungutan Suara Pilkada 2020 Tanggal 23 September, Komisi II DPR Tak Sepakat

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019)

KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi Pilkada 

Sehingga, menurutnya sah saja bila pemungutan suara dilaksanakan di tanggal dengan digit satu angka.

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN Yandri Susanto menambahkan, pelaksanaan Pilkada bila dipercepat akan lebih baik, berkaca dari pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Siapa Komandan Lapangan Kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang Diburu Polisi?

Ia juga mengusulkan masa kampanye diperpendek menjadi 60 hari, dari 81 hari yang ditetapkan KPU dalam rancangan tersebut.

“Kalau tidak bisa dipercepat ya bisa dikurangi masa kampanye menjadi hanya 60 hari, karena buat apa kampanye lama-lama?

"Jika pelaksanaan pemungutan suara dipercepat, maka akan mempercepat kita mendapatkan hasil pemungutan suara."

Ini Ciri-ciri Penembak Misterius Saat Kerusuhan 21-22 Mei 2019, Beraksi Pakai Tangan Kiri

"Mencegah pemborosan biaya, baik dari penyelenggara maupun peserta, serta mencegah ketegangan sosial lebih lama,” tegasnya.

Arief Budiman pun menjawab bahwa Pilkada pernah diikuti sembilan pasangan calon dan lebih, seperti di Kabupaten Aceh Barat Daya dan salah satu kabupaten di Pulau Madura.

Ia pun mengatakan, bila masa kampanye dikurangi, maka berkurang pula waktu bagi KPU untuk melaksanakan tahapan sosialisasi.

Ini Pemicu Oknum Brimob Aniaya Perusuh di Kampung Bali Saat Kerusuhan 21-22 Mei 2019

“Termasuk waktu untuk lelang, produksi, dan distribusi logistik seperti surat suara akan berkurang."

"Tapi ini akan kami dalami, dan bila disepakati untuk berkurang, maka kami bisa lakukan hal-hal tersebut dalam tahapan lain,” bebernya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved