Liga 1

CEO Persija Nilai Jakmania Kini Sudah Dewasa, Yakin Aman Saat Nonton Laga Persija vs Persib di SUGBK

"Militansinya tetap, tapi bentuk anarkis, nyanyian rasis dan sebagainya kalau kita lihat sudah tidak terjadi,"

CEO Persija Nilai Jakmania Kini Sudah Dewasa, Yakin Aman Saat Nonton Laga Persija vs Persib di SUGBK
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Ilustrasi: The Jakmania menggelar Konvoi Persija Jakarta juara Liga 1 2018, dari Senayan ke Balai Kota Jakarta, Sabtu (15/12/2018). 

Persija Jakarta kembali akan menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan setelah lima tahun 'libur' bermain di stadion berkapasitas 68 ribu penonton itu.

Kedua tim akan bertemu pada Rabu (10/7/2019) sore pukul 15.30 WIB nanti dalam lanjutan pekan ke-tujuh Liga 1 2019.

Rivalitas kedua basis suporter seringkali dikhawatirkan akan mengakibatkan terjadinya bentrok, maka dari itu suporter Persib, Bobotoh dan Viking dilarang datang ke Jakarta.

12 Ribu Aparat Gabungan Jaga Laga Persija Vs Persib, Ini Pihak Tim Tamu yang Boleh Datang ke SUGBK

Cuma Jakmania yang Boleh Masuk SUGBK Saat Laga Persija Vs Persib

Persija Jamu Persib Bandung di Stadion GBK Rabu (10/7), Bobotoh Dilarang Datang ke Jakarta

Namun, CEO Persija, Ferry Paulus menilai tidak mengkhawatirkan para suporter tuan rumah, the Jakmania yang kini sudah semakin dewasa menurut Ferry.

"Untuk teman-teman the Jakmania kalau melihat komunikasi yang mereka bangun sampai hari ini, manajemen Persija bersyukur karena the Jak sudah jauh berubah," kata Ferry kepada Warta Kota, Senin (8/7/2019).

Audrey Yu Sempat Dibawa ke Dokter Jiwa Saking Jeniusnya, Begini Ciri Anak dengan Kecerdasan Tinggi

Perubahan yang dimaksudkan Ferry adalah perubahan ke arah yang lebih dewasa meski fanatisme dan kesetiaannya kepada tim Ibu Kota tidak menurun.

Bentuk pendewasaan the Jakmania menurut Ferry terlihat dari sudah tidak adanya anarkisme dan nyanyian rasis yang terjadi di tribun penonton.

Eden Hazard Diplot Menggunakan Nomor Punggung 7 Milik Ronaldo Atau 11 Punya Gareth Bale

Ferry juga menilai the Jakmania sudah semakin bisa belajar dari hukuman-hukuman yang dilayangkan baik dari Komisi Disiplin PSSI atau AFC.

"Militansinya tetap, tapi bentuk anarkis, nyanyian rasis dan sebagainya kalau kita lihat sudah tidak terjadi," ucap pengusaha asal Manado itu.

Jadi Rekrutan Pertama AC Milan, Begini Rencana yang Diharapkan untuk Theo Hernandez

"Memang tidak mudah mengelaborasi semua keinginan, tapi positifnya bahwa melihat kejadian hukuman denda dan lain-lain dijadikan pelajaran sehingga the Jak bisa menjaga semua imbauan," sambungnya menjelaskan.

Lebih lanjut Ferry menilai itu salah satu bentuk kecintaan the Jakmania kepada Persija itu sendiri, sebab jika mereka melakukan pelanggaran, Persija yang menerima imbasnya.

"Apalagi pengurus pusat sudah memberikan statement semuanya untuk Persija. Kalau suporternya bermasalah, tentunya Persija juga yang akan bermasalah," tutur Ferry Paulus. (M17)

Anak Jalanan Ajak Duel Petugas Satpol PP Kota Tangerang

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved