Berita Bekasi

Bekasi Menjadi Daerah Pertama Pinjamkan Lahan untuk PPAT

Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Kota Bekasi menyebut, kepala daerah setempat menjadi yang pertama di tingkat nasional dalam meminjamkan lahannya.

Bekasi Menjadi Daerah Pertama Pinjamkan Lahan untuk PPAT
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Pemerintah Kota Bekasi meminjamkan lahan 600 meter persegi untuk dibangun Kantor Sekretariat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Bekasi. Konstruksi bekas pembangunan Sekretariat MUI Kota Bekasi ini akan diubah menjadi Kantor IPPAT dengan empat lantai. 

Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Bekasi menyebut, kepala daerah setempat menjadi yang pertama di tingkat nasional dalam meminjamkan lahannya kepada IPPAT.

Padahal keberadaan IPPAT sangat berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) lewat kepengurusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Kehadiran notaris dan PPAT usianya sudah 111 tahun, dan peminjaman lahan ini semoga menjadi contoh daerah yang lain. Karena baru pertama kali ini di tingkat nasional, kepala daerahnya yakni Wali Kota peduli terhadap organisasi kami," kata Ketua IPPAT Kota Bekasi Ade Ardiansyah pada Senin (8/7/2019).

Ade mengatakan, pembangunan kantor Sekretariat IPPAT menelan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar yang diperoleh dari iuran kas anggota.

Keberadaan seketariat ini, kata dia, sangat memudahkan para notaris dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjadi wadah kepada PPAT yang menjalankan fungsinya sebagai pejabat umum.

 Kasus Bau Ikan Asin Memanas, Hotman Paris Hutapea Dilaporkan ke Polisi, Begini Reaksinya

 AKHIRNYA Keluarga Si Jenius Audrey Yu asal Surabaya Bantah Jokowi Tawari BPPT dan Kerja di NASA

 Janda Muda Tsamara Amany Bakal Lepas Statusnya, Sosok Calon Suaminya Bukan Orang Biasa

 

"Tahap awal untuk peminjaman lahan ini berlaku selama lima tahun, nanti bisa kita perpanjang masa berlakunya ke pemerintah," ujar Ade.

Dalam kesempatan itu, Ade juga yakin perolehan BPHTB pada 2019 ini akan menembus Rp 500 miliar atau melampaui target sebesar Rp 440 miliar yang dipatok pemerintah.

Sebab, kata dia, Kota Bekasi merupakan daerah yang menjanjikan untuk berbisnis properti.

"Dari 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi, semuanya memiliki potensi (perolehan BPHTB), apalagi Kota Bekasi tengah berkembang mengikuti DKI Jakarta," katanya.

Karena itu, kata dia, tak heran bila perolehan BPHTB dari para PPAT kepada pemerintah daerah terus mengalami kenaikan setiap tahun.

 Viral Gadis Super Jenius Kerja di NASA, Gaji Rp 200 Juta per Bulan. Benarkah Ditawari Kerja Jokowi?

 TERUNGKAP Meriam Bellina Awet Muda meski Sudah 54 Tahun, Perawatan Kecantikannya Bikin Ngilu

"Tiap tahun BPHTB yang disetor surplus terus yah sekitar 15 sampai 20 persen, karena proyeksi properti di Kota Bekasi sangat bagus," imbuhnya.

Dia menjelaskan, nilai yang disetor ini berkat kerja keras para PPAT yang berjumlah 380 orang di wilayah setempat.

Sejauh ini, kata dia, jumlah PPAT yang ada di Kota Bekasi masih mampu melayani masyarakat dalam bertransaksi jual beli tanah maupun bangunan.

 Lowongan Kerja di Kapal BUMN untuk SMA/SMK dengan Gaji Minimal Rp 8 Juta

 KRONOLOGI Penggerebekan Siswi SMP dan Karyawan Toko Hubungan Intim di Toilet Rumah Ibadah

"Secara prinsip pemenuhan untuk kebutuhan PPAT sebenarnya bisa terpenuhi, apalagi sekarang Kota Bekasi menjadi gerbang metropolitan sekaligus penghubung dengan Ibu Kota, DKI Jakarta," katanya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved