Apa Kabar Kasus Mantan Kadis Sumber Daya Air Teguh Hendrawan? Ini Kata Polisi

POLDA Metro Jaya memastikan masih terus melakukan penyidikan dan pendalaman atas kasus dugaan perusakan dan memasuki pekarangan orang lain di Rorotan.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Kepala Dinas Tata Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendrawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/2/2019) 

POLDA Metro Jaya memastikan masih terus melakukan penyidikan dan pendalaman atas kasus dugaan perusakan dan memasuki pekarangan orang lain di Rorotan, Jakarta Utara.

Kasus ini menjerat mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendrawan sebagai tersangka.

Teguh Hendrawan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik sejak Agustus 2018 silam.

Fahri Hamzah: Dalam Sistem Presidensial Tidak Ada Oposisi, Banyak yang Tidak Paham

Namun, setelah 11 bulan berlalu, tidak ada kejelasan dan kelanjutan atas kasus ini.

"Masih proses lidiknya. Perkembangannya belum. Masih didalami lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (8/7/2019).

Argo Yuwono membantah kasus ini menggantung dan sengaja dibiarkan seperti itu oleh penyidik.

Pemotor Penabrak Petugas PPSU Cantik Belum Bisa Ngomong, Rahangnya Masih Goyang

"Jika dikatakan menggantung, tidak juga. Karena ini masih didalami, masih proses," jelasnya.

Ia memastikan kasus ini belum di SP3 atau dihentikan perkaranya.

Menurutnya, banyaknya kasus yang ditangani penyidik, membuat setiap kasus yang didalami harus dilakukan secara detail dan jelas.

Keluarga Menanti Penabrak Petugas PPSU Cantik Minta Maaf

"Sebab banyak kasus seperti ini dan lainnya yang ditangani penyidik, dan semuanya juga masih diproses," papar Argo Yuwono.

Ia memastikan kasus eks Kadis SDA DKI Teguh Hendrawan masih berjalan dan dalam proses.

"Kasusnya masih proses terus. Masih dalam penyidikan," ucapnya.

Gerindra Bilang Mustahil Sandiaga Uno Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta Lagi

Apakah ke depan akan ada pemeriksaan atau bahkan penahanan terhadap Teguh Hendrawan? Argo Yuwono mengaku semuanya tergantung penyidik.

"Nanti ditanyakan lagi penyidik. Kemungkinan itu bisa saja," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved