Kementan Dinilai Berhasil Gandeng Pelaku Usaha Domestik Geluti Bisnis Pertanian

Kementan Dinilai Berhasil Gandeng Pelaku Usaha Domestik Geluti Bisnis Pertanian. Simak selengkapnya.

Kementan Dinilai Berhasil Gandeng Pelaku Usaha Domestik Geluti Bisnis Pertanian
antikorupsi.org
Gedung Kementerian Pertanian 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) disebut berhasil bersinergi dengan kalangan pelaku usaha dalam negeri.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roslani, menilai hal tersebut.

Tidak itu saja, Rosan juga menilai bahwa Kementan mampu menumbuhkan minat dan optimisme pelaku usaha untuk menggeluti bisnis pertanian.

Ramalan Zodiak Minggu 7 Juli 2019 Virgo Terkendala Finansial, Aries Antusias, Gemini Lagi Bosan Nih

Diduga Korupsi Barang Sitaan BLBI, Mantan Jaksa Senior Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 M

"Nah terbukti sinergi Kementan baik dengan pelaku usaha lokal kan datanya investasi pertanian selama dipimpin Amran Sulaiman terus meningkat tahun ke tahun," ujar Rosan.

Menurut Rosan, dengan keberhasilan Kementan bersinergi membuat muncul optimisme dari pelaku usaha swasta bahwa mereka juga mampu bersaing dengan pihak luar negeri.

Sehingga, ucap Rosan, pelaku usaha dalam negeri pun merasa bahwa bisnis pertanian juga ada kesempatan dikelola lokal, tak hanya pemodal kuat dari luar negeri.

"Jika sudah begitu, pelaku usahanya yakin bahwa bisnis pertanian menjanjikan masa depannya. Mau berinvestasi. Sebab orang luar negeri saja meliriknya. Jadi ini keberhasilan Kementan melakukan sinergi," ungkap Rosan.

Ini Pemicu Oknum Brimob Aniaya Perusuh di Kampung Bali Saat Kerusuhan 21-22 Mei 2019

Kisah Pesulap Pak Tarno Nikahi Pramugari Cantik, Waktu Kecil Nekat ke Jakarta Jual Minyak Tanah

Sebelumnya, saat bertemu para profesional pelaku usaha di Menara Kadin Jakarta, Amran Sulaiman mengungkapkan ingin mencapai target bertambahnya investasi pertanian tahun 2019 sebesar Rp 80 triliun.

Dari data BKPM, investasi pertanian sejak tahun 2014-2018 memang terus mengalami peningkatan terhitung sebanyak rata-rata mencapai 110 persen.

Rinciannya, tahun 2014 sebesar Rp 44,8 triliun, tahun 2015 yakni Rp 43,1 triliun, tahun 2016 menjadi Rp 45,4 triliun, lalu tahun 2017 adalah Rp 45,9 triliun dan tahun 2018 tercatat Rp 61,6 triliun.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved