Breaking News:

Angkie Yudistia Luncurkan 'Become Rich As a Socio-preneur' Jadi Kaya dengan Menjadi Sociopreneur

Meski menyandang disabilitas tuna rungu tak menyurutkan semangat Angkie Yudistia (32 tahun), untuk terus berkarya dan menuangkannya dalam sebuah buku.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Angkie Yudistia 

Meski menyandang disabilitas tuna rungu, tak menyurutkan semangat Angkie Yudistia (32 tahun), untuk terus berkarya dan menuangkannya dalam sebuah buku.

Dibalik kesibukannya sebagai ‎Chief Executive Officer (CEO) Thisable Enterprise - perusahaan yang fokus pada misi sosial khususnya membantu orang yang memiliki keterbatasan fisik alias difable - Angkie merilis buku ketiganya berjudul 'Become Rich As a Socio-preneur'.

Finalis Abang-None ‎Jakarta 2008 ini mengaku, membutuhkan waktu 1,5 tahun untuk merampungkan buku ketiganya ini.

Lalu apa yang mendasarinya menulis buku ini? Kali pertama terjun langsung ke dunia komunitas disabilitas sekitar tahun 2009, membuat Angkie merasa memiliki banyak teman yang seperjuangan, walaupun dengan layar belakang pendidikan yang berbeda.

Tuntunan Ustadz Abdul Somad Saat Salat Sunat Ditepuk Pundak oleh Makmum dan Hukum Air Dibacakan Doa

Dia sebagai mahasiswi S1 & S2 komunikasi sekaligus dengan program akselerasi memiliki pandangan yang berbeda dalam mengembangkan isu disabilitas. Setelah itu, dirinya terus belajar mencari lebih banyak tentang isu disabilitas baik dalam skala nasional dan internasional.

Keingintahuannya itulah membawa Angkie belajar isu disabilitas hingga ke luar negeri untuk skala internasional.

"Waktu itu saya mengikuti program di Bangkok, Thailand. Lalu skala Europe di Strasbourg, Prancis, skala United States, Washington DC - San Fransisco, Ohio, Minessota. Dan selalu kembali ke Tanah Air dengan kaya akan ilmu pengetahuan tentang perkembangan isu disabilitas secara global," kata Angkie saat peluncuran bukunya di Scenic Jakarta, Sahid Sudirman Centre, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Lebih lanjut Angkie mengatakan, dari situlah, dasar dirinya membuat buku ini, setelah 10 tahun lama-nya berkecimpung langsung di dunia social enteprise.

"Dulu, di Indonesia sangat jarang sekali hingga tidak ada teman diskusi, tapi sekarang banyak sekali yang mendirikan social enterprise, bahagia rasanya semakin banyak yang terus berjuang dan buku ini adalah pengalaman teknis seluk beluk social enterprise," kata ibu dua anak ini.

Untuk mewujudkan buku ini, Angkie melakukan banyak hal untuk riset, dan tidak sekadar membaca lebih banyak buku.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved