TERUNGKAP! Tukang Bubur Pembunuh Bocah SD Idap Kelainan Seksual dan Paksa Korban Lakukan Ini

Pelaku bernama Hariyanto (23) kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Bogor.

TERUNGKAP! Tukang Bubur Pembunuh Bocah SD Idap Kelainan Seksual dan Paksa Korban Lakukan Ini
TRIBUN BOGOR/NAUFAL FAUZY
Hariyanto, pembunuh bocah SD di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Ibunda Histeris

Suara jerit dan tangis memecah kesunyian di lokasi pembunuhan FA di sebuah kontrakan di Desa Cipayung Girang, Megamendung, Kabupaten Bogor.

Suara tangis itu berasal dari R, ibu FA.

R baru saja tiba dari Taiwan, tempat dirinya bekerja sebagai TKW.

Setelah Bertemu Satu Jam di Kantor Wapres, Maruf Amin Dapat Goodie Bag dari Jusuf Kalla

R tiba di rumahanya yang tak jauh dari lokasi pembunuhan sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis (4/7/2019).

Saat itu, R memberanikan diri menuju lokasi pembunuhan sang anak, dengan ditemani oleh sejumlah anggota keluarga dan kerabat.

Terpantau, dia langsung masuk ke ruangan yang sudah disegel garis polisi yang merupakan tempat penemuan jasad.

Pejabat Partai Ini Gunakan ‎Uang Suap untuk Biaya Jadi Caleg, tapi Gagal Jadi Wakil Rakyat

Beberapa saat setelah itu, ia keluar menuju ruang tengah kontrakan dan langsung histeris.

Berkali-kali dia menyebut kata 'Teteh' yang merujuk pada nama panggilan anaknya yang menjadi korban pembunuhan tersebut.

Suasana di lokasi yang awalnya hening, secara tiba-tiba ramai oleh para warga yang berdatangan karena mendengar suara histerisnya ibu korban itu.

60 Persen Pendukung Prabowo-Sandi Terima Putusan MK, 15 Persen Lagi Menolak Rekonsiliasi

"Gusti, eling (sadar), astagfirullahaladzim, Allahu Akbar," kata seorang anggota keluarga berkali-kali mencoba menenangkannya.

Sampai akhirnya, ibu korban ini terkulai lemas dikelilingi para anggota keluarga dan kerabat.

R menjadi TKI di Taiwan sebagai perawat khusus lansia.

Sandiaga Uno Kemungkinan Besar Kembali ke Partai Gerindra

Kemudian, ia mendadak memilih pulang setelah mendapat kabar dari Indonesia terkait putrinya.

Paman korban, A (33) mengaku keluarga FA memang keluarga sederhana, terlebih ayah korban, Taufik, hanyalah petugas teknisi hotel.

Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sebelum FA masuk TK, sang ibu memilih berangkat ke Taiwan menjadi TKI.

Jika Dibutuhkan dan Diinginkan Rakyat, Partai Gerindra Siap Dukung Prabowo Lagi untuk Pilpres 2024

Selama ini, FA kerap tinggal di dua lokasi, yakni rumah orang tuanya dan rumah kakeknya yang menyatu satu atap dengan kontrakan pelaku di desa yang sama, berjarak beberapa ratus meter.

Namun, korban dalam kesehariannya lebih sering tinggal bersama kakek neneknya.

"Dia udah dua kali pergi jadi TKW sejak FA masih kecil, sebelum masuk TK, soalnya sebelumnya sempet pulang dulu sekali. Kalau ditotal-total dia udah 5 tahun jadi TKW di Taiwan," beber A. (Naufal Fauzy)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved