Berita Bekasi

Puluhan Murid dan Wali Murid SDN 010 Kranji Bekasi Unjuk Rasa Tolak Penggabungan Sekolah

Puluhan murid dan wali murid dari SDN 010 Kranji menggelar aksi unjuk rasa menolak sekolahnya dimerger dengan sekolah lain, Jumat (5/7/2019) siang.

Puluhan Murid dan Wali Murid SDN 010 Kranji Bekasi Unjuk Rasa Tolak Penggabungan Sekolah
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Puluhan murid dan wali murid dari SDN 010 Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa menolak sekolahnya dimerger dengan sekolah lain pada Jumat (5/7/2019). 

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Puluhan murid dan wali murid dari SDN 010 Kranji menggelar aksi unjuk rasa menolak sekolahnya dimerger dengan sekolah lain, Jumat (5/7/2019) siang.

Tidak hanya berunjuk rasa, mereka juga melakukan petisi tanda tangan dan spanduknya dibentangkan di sekolah yang terletak di Jalan Mangga Raya Perumnas I, Kelurahan Kranji, , Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Ketua Komite SDN 010 Kranji, Utami (42) mengatakan, ada beberapa alasan pihak orangtua menolak usulan penggabungan sekolah tersebut.

Puluhan murid dan wali murid dari SDN 010 Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa menolak sekolahnya dimerger dengan sekolah lain pada Jumat (5/7/2019).
Puluhan murid dan wali murid dari SDN 010 Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa menolak sekolahnya dimerger dengan sekolah lain pada Jumat (5/7/2019). (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)

Alasan pertama, karena SDN 10 akan digabungan dengan tiga sekolah lain yakni SDN 06, 07 dan 014.

Kata dia, jumlah murid di SDN 010 saja sudah banyak mencapai 360 orang, sehingga bila digabungkan dengan SDN 06, 07 dan 014 dikhawatirkan materi yang diterima murid tidak akan maksimal.

Kedua, sarana dan prasarana yang sudah ada di SDN 010 juga lebih memadai, serta prestasi yang ditorehkan oleh para muridnya juga cukup banyak.

"Untuk lokasi jarak tidak kami persoalkan, karena berada di satu lingkungan yang sama namun hanya berbeda beberapa meter saja," ujar Utami pada Jumat (5/7/2019).

Utami mengatakan, alasan lain penolakan penggabungan itu juga tidak sesuai dengan aturan.

Salah satunya adalah rencana penggabungan sekolah biasanya dilakukan bila jumlah murid di bawah 200 orang, namun faktanya SDN 010 justru terdapat 360 murid yang terdiri dari 12 rombongan belajar.

"Setiap kelas kita memiliki dua ruang kelas, semua siswanya banyak," ujarnya.

"Tidak hanya itu, kami juga telah berkontribusi banyak untuk sekolah misalnya untuk pembangunan musolah, pagar dan sebagainya," tambahnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved