Kakek Cabuli Anak Angkat Sampai Tewas, KPAD Bekasi Cari Orangtua Kandungnya

"Ibunya (korban) masih tidak apa-apa, tapi bayinya meninggal. Lalu pelaku kubur bayi itu dalam pot dilantai dua rumah pelaku," jelas Imron.

Kakek Cabuli Anak Angkat Sampai Tewas, KPAD Bekasi Cari Orangtua Kandungnya
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Polres Metro Bekasi Kota rilis kasus pencabulan kakek berusia 71 tahun berinsial HS yang melakukan tindakan cabul terhadap anak angkatnya hingga hamil. Rilis dilakukan di Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (4/7/2019). 

Kakek berusia 71 tahun bernama Heri Sumitno tega melakukan aksi pencabulan kepada EPJD (15) hingga hamil dan meninggal saat melahirkan bayinya.

Heri tega melakukan aksi pencabulannya kepada EPJD yang masih duduk di bangku SMP itu di rumahnya di Perumahan Blue Safir, RT 04 RW 40 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Melihat kasus tersebut, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi prihatin dan mengutuk keras perbuatan kakek tersebut.

"Kita perihatin masih ada kejadian seperti itu ditengah upaya kita Kota Bekasi bebas dari kekerasan anak masih ada kasus sepertu itu," kata Ketua KPAD, Aris Setiawan, kepada Wartakota, Jumat (5/7/2019).

Aris menuturkan untuk kasus pencabulan di Rawalumbu itu lebih dominan dikarenakan faktor kelalaian orangtua yang terlalu percaya menitipkan anaknya ke tetangganya.

"Mungkin kan karena sudah dekat, ya dianggaplah sebagai ayah angka. Tapi tetap seharusnya orangtua menghindari itu, apalagi menitipkan dalam jangka waktu lama dan tinggal satu rumah," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya masih terus berusaha menghubungi orangtua korban guna mendalami keterangan lebih rinci perihal kasus yang menimpa anaknya.

"Kita masih belum terhubung komunikasi dengan orangtuanya karena masih kerja di luar. Jadi kita belum bisa jelaskan rinci kakek itu bisa dijadikan ayah angkatnya," jelas Aris.

Atas kasus ini juga, kata Aris, instansinya telah membicarakan kepada Pemerintah Kota Bekasi maupun Polres Metro Bekasi Kota agar persoalan kasus kekerasan anak menjadi tanggungjawab bersama.

"Upaya sinergitas dengan institusi kelembagaan pemerintah daerah maupun Polres. Kita juga rencananya akan buat MoU bersama berisikan upaya pencegahan sampai penindakan dalam kasus kekerasan anak itu," katanya.

VIDEO: Warga Senang Bioskop Rakyat Teluk Gong Sudah Beroperasi

VIDEO: Semrawutnya Galian Kabel Sebabkan Jalan Lapangan Tembak Cibubur Rusak dan Macet

VIDEO: Sudah 45 Saksi Kasus Korupsi Dana Kemah Kemenpora yang Diperiksa Polisi

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved