BEM Bakal Negosiasi ke Direktorat PNJ dan Kumpulkan Dukungan Penolakan Pemberlakuan Tarif Parkir!

Rencananya, kata dia, pihaknya akan melangsungkan uji coba sistem parkir berbayar selama dua pekan, 15-31 Juli 2019.

BEM Bakal Negosiasi ke Direktorat PNJ dan Kumpulkan Dukungan Penolakan Pemberlakuan Tarif Parkir!
Warta Kota/Gopis Simatupang
Spanduk penolakan terpasang di sejumlah titik di lingkungan kampus UI dan PNJ, Beji, Kota Depok, Jumat (5/7/2019), memprotes rencana penerapan sistem parkir berbayar. 

Menyikapi rencana pemberlakuan sistem parkir berbayar bagi kendaraan yang masuk ke lingkungan kampus Universitas Indonesia (UI) dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Beji, Kota Depok, pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ akan melakukan negosiasi ke Direktorat PNJ untuk menghapuskan tarif parkir tersebut.

BEM PNJ, kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ, Iqbal Fauzan, akan membuka petisi online untuk menghimpun dukungan terhadap penolakan pembayaran parkir di lingkungan kampus itu.

Sikap keberatan itu diwujudkan mahasiswa dengan menempelkan sejumlah spanduk berisi penolakan karena dianggap memberatkan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu.

Iqbal mengatakan, rencana penerapan kebijakan tarif parkir oleh Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas (DPPF ) sudah ada sejak tahun 2018 lalu.

“Sebenarnya wacananya udah dari tahun kemarin, tapi belum direalisasikan. Nah, ternyata direalisasikam di UI Salemba dulu, kalau di Salemba diterapkan tidak ada masalah. Tapi kan UI dan PNJ kan beda,” kata Iqbal kepada wartawan, Jumat (5/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

Dia mengaku kaget karena tiba-tiba palang pintu parkir sudah terpasang di sejumlah tempat. Padahal, sebelum libur, fasilitas itu belum tampak.

“Ini sebenarnya kita (BEM UI dan BEM PNJ) kecolongan juga karena dibangunnya saat mahasiswa pada libur ya, jadi tidak ada yang tahu,” ucapnya.

Berdasarkan infomasi dari DPPF UI, terang Iqbal, dalam waktu dekat pengelola akan memberlakukan tarif parkir mobil Rp 4.000 hingg Rp 6.000, serta tarif parkir motor Rp 2.000 untuk satu jam pertama dan Rp 1.000 untuk jam berikutnya hingga maksimal Rp 4.000.

“Jadi kita dua kali dong bayar parkirnya. Di belakang PNJ bayar, di fakultas juga bayar lagi. Kalau memang alasannya untuk ketertiban, saya rasa tidak harus bayar parkir di depan juga. Ini kaya kiasan untuk menghasilkan uang aja,” keluhnya.

Belum final

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved