Saksi Mahkota Diperiksa dalam Kasus PNS Tangerang yang Diduga Hina Babu
Saksi Mahkota Diperiksa dalam Kasus PNS Tangerang yang Diduga Hina Babu. Simak informasi selengkapnya.
JAJARAN Polrestro Tangerang masih melakukan serangkaian penyelidikan terkait kasus pegawai negeri sipil (PNS) Amelia Fitriani yang diduga menghina profesi asisten rumah tangga melakui akun media sosialnya.
Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Dicky Ario mengungkapkan ada beberapa saksi mahkota yang diperiksa dalam perkara ini.
"Ada 3 saksi," ujar Dicky saat ditemui Warta Kota di Mapolrestro Tangerang, Kamis (4/7/2019).
• Kesepian Ditinggal Mati Istri, Kakek 71 Tahun Cabuli Anak Angkatnya Hingga Hamil dan Meninggal
• Persela Lamongan Bertandang ke Kandang PSIS Semarang, La Mania Dapat Jatah 1.500 Tiket
Ketiga saksi tersebut merupakan orang dekat dari pelapor yakni Amelia. Amelia pun masuk kedalam tiga saksi mahkota tersebut.
"Saksi pertama itu temannya Amelia yang berada di Bandung. Menurut Amelia, temannya ini yang pertama kali memberitahu ada status tersebut di akun Facebook miliknya," ucapnya.
Seperti diketahui, PNS di ruang lingkup Pemkot Tangerang itu mengaku bahwa akun Facebook miliknya diretas atau dibajak. Kemudian menjadi viral hingga menuai komentar pedas dari masyarakat.
"Kemudian saksi yang kedua itu merupakan suami dari Amelia. Suaminya ini tidak datang saat dilakukan pemeriksaan. Untuk saksi ketiga ya Amelia itu sendiri," kata Dicky.
• Rayakan HUT Bhayangkara ke 73, Polri Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan
• Bawa Bukti ke Polres Tangerang Selatan, Mantan Guru Honorer Adukan Dugaan Pungli di Bekas Sekolahnya
Seperti diberitakan Warta Kota sebelumnya, status Facebook Amelia Fitriani menjadi sorotan tajam dari khalayak publik. Di status tersebut bertuliskan kata - kata kasar yang menghina asisten rumah tangga.
"Kegiatan hari ini reoni makan2 emangnya qmu babu kerjaan cuma ngosek wc," dikutip dari tulisan akun Facebook Amelia beberapa waktu lalu.
Akibat peristiwa itu Amelia sebagai pegawai Inspektorat di Kota Tangerang akhirnya dimutasi. Dia turun pangkat dan saat ini berdinas sebagai staf di Kelurahan Periuk Jaya, Kota Tangerang.
• Siswa Gagal Diterima di SMP Negeri Jangan Putus Asa, Sebab Masih Ada 648 Kursi Kosong di Kota Bekasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/oknum-pns-menghina-profesi-pembantu-rumah-tangga.jpg)