Samsat Kota Bekasi

Polisi Sisir Pengunjung Samsat Bekasi, Ini Alasannya

Penyisiran antara wajib pajak (WP) dengan pendampingnya dan calo dokumen sebetulnya sudah dilakukan sejak lama.

Polisi Sisir Pengunjung Samsat Bekasi, Ini Alasannya
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Petugas Samsat Kota Bekasi menyisir pengunjung setibanya di lobi gedung pada Kamis (4/7/2019). Kini, pendamping wajib pajak maupun perantara yang tidak dibekali surat kuasa, tidak diperkenankan masuk ke ruang layanan. 

Sementara untuk biro jasa, tetap diperkenankan masuk dengan catatan dibekali surat kuasa bermaterai Rp 6.000 dan KTP resmi dari WP.

"Identitas dan legalitas perusahaan yang bersangkutan juga kita cek, untuk memastikan bahwa mereka bukan calo dan memang betul perusahaan biro jasa," jelas Dany.

Menurut dia, jumlah pemohon yang datang ke Kantor Samsat cukup banyak mencapai 2.500-3.000 orang per hari.

Guna memecah konsentrasi WP yang membayar pajak tahunan, mereka bisa memanfaatkan gerai yang dimiliki Samsat seperti di Harapan Indah Kecamatan Medansatria, Mal Pelayanan Publik (MPP) Atrium Pondokgede dan MPP Plaza Cibubur serta Kantor Samsat lama di Jalan Ahmad Yani.

Bahkan bagi WP yang sibuk bekerja, bisa memanfaatkan layanan Samsat Peting yang dibuka setiap Senin dan Kamis dari pukul 18.00 sampai 20.00 di kantor Samsat. Tidak hanya itu, pihaknya juga membuka layanan jemput bola, seperti Samsat Masuk Desa (Samsades) Kelurahan Cimuning dan Bus Samsat Keliling (Samling).

"Ke depan, pemohon yang datang ke Kantor Samsat Kota Bekasi didominiasi oleh WP yang mengajukan balik nama kendaraan atau perpanjangan masa berlaku pelat kendaraan. Sedangkan bayar pajak tahunan, bisa di gerai atau layanan jemput bola yang disediakan," jelasnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved